TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Eks pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi menerima tawaran dari Al Hilal meski hanya jadi pilihan kedua dan sempat ditentang keluarga.
Kepindahan Simone Inzaghi dari Inter Milan ke klub Arab Saudi, Al Hilal masih jadi perbincangan.
Terdapat sejumlah intrik dibalik transfer pelatih Italia tersebut.
Sebelumnya, santer kabar Nerazzurri dibuat meradang dengan komentar mantan pelatihnya tersebut saat menjelang final Liga Champions melawan PSG.
Diketahui, Simone Inzaghi sempat memberi pernyataan terkait masa depannya di Inter Milan sebelum pertandingan melawan PSG.
Dalam pernyataannya, eks Inter Milan itu sempat mengindikasikan untuk menerima tawaran Al Hilal.
Pernyataan tersebut rupanya mengundang amarah Inter Milan.
Pasalnya, komentar itu dinilai tak tepat waktu.
Kini, terungkap sejumlah fakta terkait kepindahan Simone Inzaghi dari Inter Milan ke Al Hilal.
Menurut La Repubblica melalui FCInterNews, pria berusia 49 tahun itu bahkan bukan pilihan pertama runner-up Liga Pro Saudi.
Sebelumnya, Al Hilal berharap untuk bisa menggaet mantan bos Real Madrid, Carlo Ancelotti.
Namun, salah satu manajer paling berprestasi di dunia sepak bola memilih tim nasional Brasil.
Oleh karena itu, Al-Hilal harus bertindak cepat, dengan Simone Inzaghi muncul sebagai pilihan cadangan yang ideal.
Malam sebelum pertemuan penting antara Beppe Marotta dan Inzaghi, keluarga pelatih tersebut mencoba meyakinkannya untuk menolak kepindahan ke Asia.
Bahkan, laporan yang sama mengatakan bahwa istrinya, Gaia, dan ayahnya, Giancarlo, mendesaknya untuk berubah pikiran.
Namun, tawaran Al-Hilal terlalu besar untuk diabaikan.
Oleh karena itu, Inzaghi memberi tahu Inter Milan tentang keputusannya untuk pindah ke Arab Saudi keesokan harinya.
Sementara itu, Inter Milan menolak untuk menghalanginya, terutama setelah kekalahan memalukan di final Liga Champions.
Tanggapan Simone Inzaghi
Terbaru, Simone Inzaghi menanggapi kritikan terkait kabar kepergiannya dari Inter Milan yang dianggap kontroversial.
Dalam konferensi pers sebelum pertandingan malam ini melawan Real Madrid, pria berusia 49 tahun itu menyampaikan ceritanya melalui FCInterNews.
Simone Inzaghi tiba-tiba memutuskan sudah waktunya meninggalkan San Siro meskipun tidak pernah menunjukkan ambisi untuk berpisah dengan klub.
Memang, ia menolak tawaran menggiurkan dari Liverpool dan Manchester United tahun lalu karena kesetiaannya kepada Inter.
Namun, pikirannya berubah setelah Al-Hilal memberinya tawaran yang tidak mungkin ditolak oleh manusia mana pun.
Meskipun mengejar uang adalah masalah karakter atau preferensi, Inzaghi mengabaikan beberapa prinsip umum.
Tidak seorang pun akan membencinya karena menerima tawaran Al-Hilal. Bagaimanapun, tawaran sebesar itu datang sekali seumur hidup.
Namun, ia bisa saja melakukan hal yang berbeda.
Perilakunya menjelang final Liga Champions tidak dapat diterima dan merugikan Inter.
Oleh karena itu, para pendukung setia Nerazzurri tidak akan mengingatnya sebagai pahlawan, melainkan penjahat.
Pimpinan Inter Milan tentu saja merasa dikhianati oleh cara hengkangnya Inzaghi.
Sementara itu, manajer asal Italia itu memiliki pandangan yang berbeda tentang situasi tersebut.
Sebagai permulaan, ia menegaskan kembali ‘cintanya’ kepada Inter Milan.
“Saya sudah mendengar semuanya, seperti yang sering terjadi selama empat tahun saya di Inter.
“Jika itu harga yang harus dibayar, saya dengan senang hati membayarnya.
"Itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kasih sayang yang saya terima dari seluruh dunia Inter – para penggemar, manajemen, dan para pemain," ungkapnya.
Kemudian, ia mengomentari keputusannya untuk hengkang.
"Saya akan merindukan semuanya, bahkan tuduhan paling tidak adil yang dilontarkan selama empat tahun ini," lanjutnya, "Namun, saya benar-benar merasa senang, dan saya memberikan segalanya.
"Klub dan manajemen – demi kebaikan Inter – saya yakin mereka juga yakin bahwa hal yang paling benar, meskipun menyakitkan bagi semua orang, adalah berpisah jalan."
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran di Whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(TribunJatimTimur.com)