-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Warga dan DPRD Kompak Minta Pramono Atasi Tawuran Pakai Cara Dedi Mulyadi,Sang Gubernur Pilih Beda

Kamis, 19 Juni 2025 | Juni 19, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-24T08:15:13Z

Warga hingga DPRD Jakarta kini kompak meminta Gubernur Pramono Anung pakai cara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengatasi tawuran.

Mereka meminta Pramono Anung untuk mencontoh program barak militer yang digagas oleh Mantan Bupati Purwakarta itu.

Meski banyak menuai kritik dari berbagai pihak, namun warga Jakarta setuju dengan pembinaan kareakter di barak militer.

Syarifudin, satu diantara warga Jakarta Timur blak-blakan tak setuju dengan gagasan politikus PDI Perjuangan yang akan membina pelaku tawuran secara humanis.

Ia menilai cara ini tak efektif mengubah perilaku anak, khususnya mereka yang berusia remaja.

Cara ini disebutnya lebih efektif digunakan jika menyasar untuk anak berusia dini.

"Menurut saya anak-anak zaman sekarang enggak kayak dulu. Kalau dulu kita banyak baca buku, beda sama anak sekarang yang dari kecil biasa main handphone," kata Syarifudin, Rabu (21/5/2025).

"Kalau diajak ke perpustakaan, nanti cuma membaca pas ada petugas yang mengawasi saja. Formalitas biar enggak dimarahi saja. Menurut saya lebih efektif program Jawa Barat," ujar Syarifudin.

Kusheri, warga lainnya juga demikian. Ia mengatakan dengan kondisi kasus kenakalan remaja sekarang program pembinaan mengirim anak ke barak militer lebih tepat.

Alasannya dapat mendidik anak menjadi disiplin.

"Menurut saya kurang efektif, kalau yang efektif itu seperti program (Gubernur Jawa Barat) pak Dedi Mulyadi. Saya lebih pro ke program pak Dedi Mulyadi daripada Gubernur DKI Jakarta," kata Kusheri.

Kusheri menyarankan Pemprov DKI Jakarta sebaiknya menggabungkan antara program pembinaan di Jakarta saat ini, dengan program pembinaan digagas Pemprov Jawa Barat.

Sehingga baik program pembinaan keagamaan, edukasi, dan disiplin ala militer dapat berjalan bersamaan untuk membina anak-anak yang dianggap bermasalah.

"Kalau bisa ya programnya KDM (Kang Dedi Mulyadi) dengan program Pemprov DKI Jakarta disatukan. Jadi efektif dalam membina dan mencegah anak-anak tawuran," ujar Kusheri.

Kemudian, Fraksi Gerindra DPRD Jakarta juga mengutarakan hal yang senada dalam rapat paripurna pada Senin (26/6/2025) lalu.

Dalam Pandangan Fraksi-fraksi terhadap Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) Tahun Anggaran 2024 dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, pendapat dari Fraksi Gerindra dibacakan Anggota DPRD DKI Jakarta Ryan Kurnia Ar Rahman.

Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta mengusulkan, Pemprov mempertimbangkan kerja sama dengan barak militer seperti yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Pembinaan anak muda yang kerap melakukan tawuran di barak militer bisa dilakukan, lalu didukung anggaran untuk melakukan kegiatan positif.

"Kerjasama dengan barak militer untuk pembinaan anak muda perlu dipertimbangkan tentu pasca pelatihan perlu didukung anggaran agar mereka bisa melakukan kegiatan positif," ucap Ryan.

Langkah Pramono Anung

Kendati demikian, gagasan Pramono Anung untuk mengatasi tawuran di Jakarta diantaranya pembinaan anak bermasalah lewat program Manggarai Bershalawat, memperpanjang jam operasional taman dan perpustakaan.

Alih-alih memasukan anak nakal ke barak militer, Pramono justru memilih menggunakan pendekatan yang lebih humanis.

Dalam acara Manggarai Bershalawat, Pramono ingin mengumpulkan setidaknya tiga kelompok masyarakat yang sering terlibat tawuran di wilayah itu.

Belakangan, ia turut menjanjikan akan memberikan pekerjaan kepada mereka.

“Sebenarnya saya tidak mendikotomikan persoalan orang berantem harus berselawat, enggak. Pendekatan lain akan kami lakukan, termasuk membuka ruang untuk orang berolahraga sebanyak mungkin, membuka lapangan pekerjaan,” ucapnya saat ditemui di RPTRA Kalijodo, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (16/5/2025).

Menurutnya, salah satu faktor marak tawuran di kawasan itu lantaran tingginya angka pengangguran.

“Menurut saya solusinya lebih pasti, karena memang seperti di Manggarai yang dibutuhkan anak-anak di sana itu bisa bekerja dan saya akan melakukan itu,” ujarnya.

Akses di Google News atau WhatsApp Channel . Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

×
Berita Terbaru Update