-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BNN Ungkap 2 Kelurahan di Surabaya Rawan Narkoba

Rabu, 27 Agustus 2025 | Agustus 27, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-03T03:35:15Z

jatim. , SURABAYA - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya mengungkap dua kelurahan, yakni Balongsari dan Benowo masuk kategori rawan narkoba.

Kepala BNN Surabaya Kombes Heru Prasetyo mengatakan survei Indeks Kerawanan Narkoba (IKRN) 2024 yang dirilis pada awal 2025 menunjukkan masih ada kawasan rawan di Kota Pahlawan.

“Yang disurvei itu lurah, Babinsa, Babinkamtibmas, dan 30 warga. Hasilnya, di 2025 ini yang rawan dua, kelurahan Balongsari dan Benowo. Statusnya rawan, selebihnya siaga dan aman. Surabaya tidak ada yang merah atau bahaya,” ujar Heru di sela dialog bersama DP3A Surabaya serta Plato Foundation.

Hasil survei itu juga diperkuat dengan hasil survei dari pijak intelijen kepolisian.

"Ada tambahan dari data intelijen teman-teman kepolisian, muncul kelurahan baru seperti Sawahan dan Sidotopo," ungkapnya.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam pemberantasan narkoba justru masih terletak pada rendahnya partisipasi masyarakat.

"Dibutuhkan kerja sama dengan semua pihak untuk membantu memerangi penyalahgunaan narkoba tersebut," kata dia.

Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender dan Hak Anak (PUG-PHA) DP3A Surabaya Relita Wulandari menekankan pentingnya pencegahan berbasis komunitas. Dia menyebut program Kampung Ramah Perempuan dan Anak (KAS-RPA) sebagai salah satu strategi membangun lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.

"KAS RPA dimaksudkan agar kampung bisa menjadi kampung baca, kampung kreatif, kampung asuh untuk menekan angka perkawinan anak, hingga kampung sehat yang bebas narkoba. Kami juga rutin menggelar sosialisasi dinamika remaja, menggandeng psikolog dan BNN. Tahun ini targetnya 300 sekolah," tuturnya.

Senada, Direktur Plato Foundation Gita Amalia menyoroti faktor psikologis yang membuat anak rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.

“Selama anak tidak mendapatkan love language, mereka akan semakin jauh dari orang tuanya dan mencari coping stress lewat narkoba. Ketika ketahanan diri anak rendah, regulasi diri lemah, dan komunikasi tidak asertif, mereka menjadi sangat rentan, bahkan dari tangkapan Satpol PP, seratus persen anak-anak itu pakai alkohol dan narkoba,” ucapnya. (antara/mcr12/jpnn)

×
Berita Terbaru Update