Sebuah peristiwa tak biasa terjadi di sebuah pernikahan di kota Yichang, Provinsi Hubei, Tiongkok.
Seorang pengantin pria ditangkap oleh polisi sesaat setelah upacara pernikahan selesai.
Meski dilakukan dengan pendekatan manusiawi dan tanpa kekerasan, kejadian ini menimbulkan perdebatan sengit di dunia maya, terutama soal nasib mempelai wanita yang dianggap menjadi pihak paling dirugikan.
Dikutip dari Sanook.com Senin (4/8/2025), insiden ini terjadi ketika aparat kepolisian mendatangi sebuah hotel tempat berlangsungnya pernikahan.
Pengantin pria yang diketahui bermarga Zhang ternyata adalah seorang buronan yang kabur dari penjara dan telah lama dicari.
Polisi mendapat informasi bahwa Zhang akan melangsungkan pernikahan, dan mereka langsung menyusun strategi untuk menangkapnya.
Yang menarik perhatian publik adalah cara polisi menangani penangkapan. Setelah tiba di lokasi, polisi bertanya terlebih dahulu mengenai keberadaan pasangan pengantin.
Zhang sempat memohon kepada petugas agar diberi waktu menyelesaikan upacara pernikahan karena banyak kerabat dan sahabat yang hadir.
Polisi pun menyetujui permintaan tersebut dan memutuskan untuk menunggu hingga seluruh prosesi selesai.
Setelah Zhang menyampaikan pidato di atas panggung dan bersulang bersama para tamu, polisi mendekatinya secara perlahan dan menyatakan bahwa mereka tidak akan memborgolnya selama ia bekerja sama.
Zhang pun tidak melakukan perlawanan dan bersedia dibawa petugas keluar dari lokasi pernikahan dengan tenang.
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa mereka tidak ingin membuat kekacauan di tengah acara pernikahan yang sedang berlangsung.
Oleh karena itu, pendekatan yang tenang dan berperikemanusiaan dipilih agar tidak menimbulkan trauma bagi para tamu maupun pihak keluarga.
Namun, langkah ini menuai kritik dari banyak warganet. Meskipun sebagian memuji tindakan polisi sebagai bentuk penegakan hukum yang bijaksana, tak sedikit yang menilai bahwa membiarkan upacara berlangsung adalah keputusan yang keliru. Menurut mereka, pengantin wanita seharusnya tidak dibiarkan menikah dengan seorang buronan tanpa mengetahui identitas sebenarnya.
“Kalau memang sudah tahu dia buron, kenapa tidak dicegah sejak awal? Sekarang perasaan pengantin wanitanya bagaimana? Sungguh menyedihkan,” tulis salah satu komentar di platform media sosial Tiongkok.
Beberapa pengguna internet juga menyayangkan bahwa pernikahan ini sempat berjalan normal padahal pria tersebut adalah narapidana kabur.
“Kalau tahu dia buron, lebih baik batalkan saja pernikahannya. Polisi terlalu memikirkan reputasi si pria, tidak memikirkan si perempuan sama sekali,” kata warganet lainnya.
Polisi mengungkapkan bahwa selama dalam pelarian, Zhang menjalani hidup secara diam-diam dan tidak melakukan tindak kriminal tambahan.
Ia kini telah kembali ditahan dan akan menjalani sisa masa hukumannya, meskipun tidak dijelaskan berapa lama lagi ia akan mendekam di penjara.
Sementara itu, nasib sang pengantin wanita masih belum diketahui secara pasti. Apakah ia mengetahui identitas asli sang suami, atau juga menjadi korban penipuan.
(cr31/)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook , Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan