-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KPK Ungkap 3 Mobil Dipindahkan dari Rumah Setelah Immanuel Ebenezer Ditangkap

Rabu, 27 Agustus 2025 | Agustus 27, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-03T03:30:15Z

KOMISI Pemberantasan Korupsi ( KPK ) menemukan bahwa tiga mobil bermerk Land Cruiser, Mercy, dan BAIC dipindahkan dari rumah dinas eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer , di Pancoran, Jakarta Selatan, setelah operasi tangkap tangan (OTT) di Kemenaker. Immanuel sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan pada 22 Agustus 2025.

"Penyidik mendapatkan informasi terdapat sejumlah mobil, yaitu Land Cruiser, Mercy, dan BAIC yang dipindahkan dari rumah dinas Wamen," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, lewat keterangan tertulis pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Kini penyidik KPK masih menelusuri keberadaan tiga kendaraan tersebut. KPK meminta pihak yang memindahkan tiga mobil itu agar bersikap kooperatif dan segera menyerahkan kendaraan tersebut. "Untuk diperiksa dan diteliti oleh penyidik," ujar Budi.

Dalam kasus ini, KPK sudah menyita 24 kendaraan, dengan rincian tujuh unit kendaraan roda dua dan 17 unit kendaraan roda empat. Terakhir, KPK menyita mobil mobil Toyota Alphard dari rumah dinas Immanuel dan satu mobil, Land Cruiser, ada dari pihak yang belum disebutkan oleh KPK.

Peran Immanuel dalam kasus ini adalah membiarkan pemerasan tersebut terjadi. Sebagai gantinya, dia diduga menerima uang senilai Rp 3 miliar serta satu sepeda motor Ducati Scrambler.

Pelaksana tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, mengatakan bahwa sebelum disita KPK, sepeda motor tersebut disimpan oleh Immanuel di rumah anaknya. "Kami tanya mana motornya? Oh, disimpan di tempat putranya," kata dia di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 25 Agustus 2025.

Setelah memperoleh informasi tersebut, KPK segera meminta agar motor itu diserahkan. Immanuel pun mengakui bahwa ia menerima motor tersebut dari hasil tindak pidana korupsi ini. "Setelah kami ke yang bersangkutan, hampiri di rumahnya, yang bersangkutan mengakui bahwa menerima motor," ujar Asep.

KPK juga belum mengetahui asal-usul pelat nomor yang terpasang pada motor tersebut. Namun, lembaga antirasuah itu memastikan akan melakukan pendalaman lebih lanjut untuk menelusuri jejaknya agar membuat terang perkara ini.

×
Berita Terbaru Update