-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menteri PKP Terharu, Pedagang Warteg hingga Bakso di Serang Bisa Punya Rumah Subsidi Berkat KPR FLPP

Minggu, 10 Agustus 2025 | Agustus 10, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-08-11T15:00:48Z

JAKARTAJAKARTA.ID - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa program rumah subsidi kini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pekerja sektor informal.

Melalui skema Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP), mereka memiliki kesempatan untuk memiliki hunian layak dengan uang muka ringan dan cicilan terjangkau.

Salah satunya terlihat di Perumahan Puri Harmoni Indah, Kota Serang, Banten, yang sebagian besar penghuninya adalah pedagang kecil seperti penjual warteg, bubur ayam, dan bakso.

“Saya terharu, program ini membuat rakyat kecil bisa punya rumah sendiri. Ada pedagang warteg, bubur ayam, dan bakso yang berhasil membeli rumah di sini,” ujar Maruarar saat kunjungan kerja, Sabtu (9/8/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Maruarar meninjau langsung kondisi rumah warga, memeriksa kualitas bangunan, memastikan tidak ada retakan, dan mengecek kejernihan air.

Ia juga mengapresiasi lebar jalan lingkungan dan fasilitas umum yang memadai.

Menteri PKP berbincang dengan sejumlah penghuni, di antaranya Pak Samin (pedagang bakso), Pak Yunus (pedagang bubur ayam), dan Ibu Widyawati (pemilik warteg).

Mereka mengaku mampu memiliki rumah berkualitas berkat dukungan KPR FLPP.

“Kabar baik ini harus disebarluaskan. Pedagang kecil pun bisa punya rumah layak,” tegas Maruarar yang juga memberikan bantuan Rp4 juta untuk masing-masing sebagai tambahan modal usaha.

Ia menambahkan, dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap program perumahan rakyat sangat besar.

Pemerintah mengalokasikan kuota KPR FLPP sebanyak 350.000 unit (terbesar dalam sejarah Indonesia), serta menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dengan anggaran Rp130 triliun.

Kebijakan pembebasan BPHTB dan PBG gratis juga dinilai meringankan beban pembeli rumah.

Maruarar optimis program rumah subsidi akan mengurangi backlog perumahan dan membuka lapangan kerja baru.

Ia mendorong pengembang agar membangun rumah dengan kualitas baik, bukan sekadar mengejar keuntungan, serta peduli pada lingkungan sekitar termasuk membantu renovasi rumah warga yang tidak layak huni.

Pengembang Puri Harmoni Indah, Esther Kristiany Hadi dari PT Vista Land Group, yang turut mendampingi kunjungan, menyatakan kesiapannya mendukung Program 3 Juta Rumah.

“Dengan kuota FLPP yang meningkat, kami optimis dapat berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. ***

×
Berita Terbaru Update