-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dampak Anak Telat Terdiagnosis Diabetes Tipe 1

Sabtu, 13 September 2025 | September 13, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-13T09:30:13Z

DOKTER Subspesialis Endokrinologi Anak RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Aman Bhakti Pulungan mengatakan sebanyak 70 persen anak Indonesia usia 18 tahun ke bawah telat terdiagnosis diabetes tipe 1 . “70 persen pasien kita terdiagnosis telat dengan adanya ketoasidosis diabetik (KAD) ini. Ini kan bisa meninggal,” kata Aman dalam diskusi bersama media di Jakarta, Rabu 10 September 2025.

Aman mengatakan negara dengan sistem kesehatan yang baik seharusnya memiliki angka KAD di bawah 20 persen. Ia menyebut, pasien terdiagnosis telat dengan kondisi sudah mengalami ketoasidosis diabetikum (KAD), merupakan kondisi berat karena gula darah tinggi, muntah-muntah, sesak, dan tidak sadar. Jika kondisi ini tidak segera ditangani maka bisa menyebabkan risiko kematian.

Seperti dilansir Alodokter, diabetes tipe 1 adalah kondisi kadar gula darah yang tinggi akibat tubuh tidak menghasilkan cukup insulin. Diabetes tipe 1 tergolong penyakit autoimun yang biasanya terjadi pada anak-anak dan remaja. Kadar gula darah dikontrol oleh hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Ketika makanan yang masuk ke dalam tubuh dicerna, insulin akan diproduksi agar gula darah dapat masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi.

Pada penderita diabetes, jumlah atau fungsi hormon insulin kurang. Akibatnya, tubuh tidak dapat mengolah gula menjadi energi. Diabetes tipe 1 lebih jarang terjadi daripada diabetes tipe 2. Diketahui hanya ada 9,5 persen penderita diabetes tipe 1 dari seluruh kasus diabetes di seluruh dunia.

Diabetes tipe 1 terjadi ketika tubuh kurang atau tidak memproduksi insulin, Akibatnya, penderita diabetes tipe 1 memerlukan tambahan insulin dari luar. Kondisi ini berbeda dari diabetes tipe 2 yang terjadi akibat resistensi insulin, yaitu ketika sel tubuh menjadi kebal atau tidak responsif terhadap insulin.

Belum diketahui penyebab pasti diabetes tipe 1. Namun, kondisi ini diduga dipicu oleh faktor genetik dan gangguan kekebalan tubuh pascainfeksi virus. Gejala diabetes tipe 1 biasanya muncul pada usia anak-anak atau remaja. Akan tetapi, penyakit ini bisa juga baru dialami saat dewasa meski sangat jarang.

Penderita kondisi ini umumnya mengalami gejala sering buang air kecil, sering haus, berat badan menurun drastis, mudah lelah.

Aman mengatakan kondisi pasien yang telat diagnosis karena banyak masyarakat yang masih belum mengetahui tentang diabetes tipe 1 pada anak. Selain itu, para tenaga kesehatan yang masih salah mendiagnosis penyakit pun masih ada, sehingga diabetes tipe 1 tidak terdeteksi sejak awal. “Jadi datang (ke dokter) itu bisa dianggap asma, bisa dianggap apendiks atau usus buntu karena sakit perut, dalam satu kasus sampai dioperasi usus buntu, bisa dianggap pneumonia, ternyata diabetik tipe 1,” kata Aman.

Dia menjelaskan diabetes tipe 1 juga berbeda dengan diabetes tipe 2 yang keturunan, diabetes tipe 1 merupakan penyakit yang disebabkan karena proses autoimun yang salah satunya diperparah dari infeksi virus.

Maka itu ia menyebut penyakit diabetes khususnya tipe 1 yang lebih banyak dialami anak-anak merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat hingga tenaga medis. “Kalau saya menganggap, semua dokter umum harus paham DM tipe 1. Makanya tiap tahun itu saya selalu memberikan kayak kuliah umum buat dokter yang baru tamat mengenai ketoasidosis. Jadi dokter umum itu harus paham bahwa ada ketoasidosis dan ini mereka harus bisa tanpa rujuk dulu, paling tidak bisa ditangani dulu insulinnya sesegera mungkin,” kata Aman.

Salah satu yang ia upayakan adalah mengepalai program Changing Diabetes in Children (CDiC), dengan mendata anak-anak di seluruh Indonesia untuk membantu anak memperoleh akses pada insulin, alat pemantauan gula darah, edukasi, serta pendampingan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

ANTARA

×
Berita Terbaru Update