Dari bantuan mesin produksi pelet tersebut, ditujukan dalam mendukung usaha peternakan kambing, ayam, serta perikanan milik kelompok tani ini,
Diharapkan dengan bantuan mesin ini, Kelompok Tani Ragam Jaya dapat menghasilkan produksi pakan ternak secara mandiri.
Hadir dalam kegiatan tersebut, 34 peserta berasal dari unsur Pemerintah Desa Tegalurung, Kelompok Tani Ragem Jaya, Kuwu Desa Tegalurung, dosen Politeknik, dan tim IT Balongan.
Abdullah, Kuwu Desa Tegalurung mengatakan, pihaknya menyampaikan apresiasi dengan adanya kolaborasi ini.
"Kami menyambut baik dengan adanya bantuan mesin produksi pelet ini. Dan ini kami harapkan dapat memberikan manfaat bagi kelompok tani dan masyarakat desa, khususnya untuk meningkatkan produktivitas peternakan dan membuka peluang usaha baru," kata Aabdullah.
Sementara itu, Dosen Politeknik Negeri Indramayu, Emin Haris mengatakan, pihaknya lebih menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, masyarakat, dan dunia usaha sebagai implementasi nyata hasil riset kampus.
"Mesin ini tidak hanya sekedar alat, namun sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dari kampus ke masyarakat. Karena itu, kami harapkan mahasiswa terus mendampingi kelompok tani agar pemanfaatan mesin ini lebih optimal," papar Emin.
Area Manager Communication, Relation & CSR Regional JBB, Susanto August Satria, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen Pertamina dalam mendukung kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa melalui program CSR berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan kehadiran Pertamina tidak hanya dalam sektor energi, tetapi juga dalam pemberdayaan masyarakat. Mesin pelet ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di Tegalurung,” Jelas Satria.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 2 (tanpa kelaparan), poin 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), serta poin 17 (kemitraan untuk mencapai tujuan).***