-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KPK Umumkan Status Immanuel Ebenezer dan Periksa Lisa Mariana Hari Ini

Sabtu, 13 September 2025 | September 13, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-13T09:15:12Z

KOMISI Pemberantasan Korupsi akan mengumumkan status Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer hari ini, Jumat, 22 Agustus 2025. Ia terjerat Operasi tangkap tangan atas dugaan pemerasan terhadap perusahaan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Besok siang,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Gedung Merah Putih KPK kemarin, 21 Agustus 2025.

Dalam operasi tersebut, KPK menyita 22 jenis kendaraan yang terdiri dari 15 unit mobil dan 7 unit sepeda motor. "Barang bukti dan juga konstruksi perkaranya nanti akan kami update ," kata dia saat ditemui di kantornya.

Adapun jenis kendaraan yang KPK sita adalah Toyota Corolla Cross, Nissan GT-R, Palisade, Suzuki Jimny, Vespa Sprint S 150, Palisade hitam, dan Honda CRV. Lalu, Jeep, Toyota Hilux, Mitsubishi Xpander, Hyundai Stargazer, CRV, BMW 3301, Vespa, Ducati Scrambel, CRV, Mitsubishi Xpander hitam, Pajero Sport, Ducati Hypermotoroad 950, Ducati Xdiavel, dan dua motor berjenis Ducati.

KPK Periksa Lisa Mariana

KPK juga memanggil selebgram Lisa Mariana untuk diperiksa dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB). "Akan didalami atas apa yang diketahuinya terkait perkara," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Agustus 2025.

KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah pengendali PT Wahana Semesta Bandung Ekspres dan PT BSC Advertising, Suhendrik; mantan Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kepala Divisi Corsec Bank BJB, Widi Hartoto (WH); pengendali agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri, Ikin Asikin Dulmanan (IAD); dan pengendali Cipta Karya Sukses Bersama, Sophan Jaya Kusuma (SJK).

Kasus korupsi dana iklan Bank BJB ini diperkirakan merugikan negara Rp 222 miliar. Ketua Satuan Tugas Penyidik KPK Budi Sukmo Wibowo mengatakan kasus ini bermula dari Yuddy Renaldi dan Widi Hartoto yang diduga menyiapkan agensi-agensi untuk memenuhi kebutuhan dana non-budgeter.

Mutia Yuantisya berkontribusi dalam tulisan ini
×
Berita Terbaru Update