-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mengenal Teknologi DSA untuk Periksa Kelainan Pembuluh Darah

Jumat, 12 September 2025 | September 12, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-13T08:00:14Z

ADA beberapa gejala yang bisa menjadi ciri gangguan pembuluh darah seperti pusing mendadak, wajah terasa baal sebelah, sulit bicara, atau tangan tiba-tiba lemas. Gejala seperti ini sering dianggap sepele. Padahal, gejala itu bisa saja menjadi gejala gangguan pembuluh darah seperti stroke .

Masalahnya, tidak semua penyumbatan atau kelainan pembuluh darah bisa terlihat dengan jelas pada CT Scan atau MRI. Di sinilah peran Digital Subtraction Angiography (DSA) sangat penting. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter melihat aliran darah secara langsung dan detail layaknya memantau "jalur lalu lintas" di otak.

DSA membantu kami melihat kondisi aliran darah di otak secara real-time. Kami bisa mendeteksi sumbatan, penyempitan, aneurisma (benjolan pembuluh darah) dan gangguan pada aliran darah, yang bisa tidak terlihat di pemeriksaan lain,” kata Dokter Spesialis Radiologi, Konsultan Radiologi Intervensi di Bethsaida Hospital Gading Serpong Febian Sandra dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 10 September 2025.

Apa Itu DSA dan Bagaimana Cara Kerjanya?

DSA adalah pemeriksaan pembuluh darah dengan bantuan sinar-X dan zat kontras. Zat kontras disuntikkan langsung ke dalam pembuluh darah yang akan dilakukan pemeriksaan melalui kateter, lalu kamera khusus merekam gambar alirah darah secara real-time. Teknologi komputer kemudian menghapus latar belakang (seperti tulang atau jaringan lainnya), sehingga gambar yang ditampilkan hanya aliran darah dan struktur pembuluh darahnya saja.

Prosedur ini dilakukan di Laboratorium Kateterisasi, bersifat minimal invasif, dan aman karena dilakukan oleh tim medis berpengalaman. “Teknologi DSA memungkinkan kami untuk fokus menilai pembuluh darah serta alirannya. Hasilnya sangat tajam dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan medis,” kata Febian.

Apa Bedanya DSA dengan CT Scan dan MRI?

Berikut ringkasan perbandingannya agar lebih mudah dipahami. Layanan CT Scan biasanya cocok untuk melihat struktur otak dan tulang. Pemeriksaan cepat, tapi kurang akurat untuk pembuluh darah kecil dan tidak bisa menilai alirah darah. Layanan MRI/ MRA biasanya lebih unggul dalam melihat jaringan lunak otak dan persarafan. Dapat memeriksa pembuluh darah, tetapi memiliki kelemahan dalam memperlihatkan pembuluh darah area tertentu. Lalu untuk layanan teknologi DSA adalah layanan pemeriksaan “golden standard” untuk menilai pembuluh darah dan aliran darah secara langsung. Bisa mendeteksi kelainan dengan lebih presisi.

Siapa yang Perlu DSA?

Febian menambahkan teknologi pemeriksaan DSA mungkin diperlukan bagi pasien yang mengalami gejala stroke seperti lemas sebelah, bicara pelo. Pasien dengan riwayat stroke berulang juga bisa menggunakan teknologi ini. Lalu ada pula ciri pasien yang memiliki kecurigaan kelainan pembuluh darah pada hasil CT/ MRI yang bisa menggunakan teknologi tersebut. Lalu pasien yang mengalami pusing atau migrain berkepanjangan serta pasien yang pandangan kabur tiba-tiba juga bisa menggunakan layanan tersebut.

Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong Pitono menambahkan bahwa teknologi DSA bisa menjadi cara deteksi dini untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Menurutnya, selama ini banyak pasien datang dengan gejala samar. Dengan teknologi DSA, timnya bisa mendapatkan gambaran pasti mengenai aliran darah di otak pasien. "Karena itu, kami menghadirkan layanan DSA yang aman, nyaman, dan terintegrasi dengan tim multidisiplin mulai dari spesialis neurologi, bedah saraf, dan radiologi intervensi. Ini mempercepat diagnosis dan mempercepat pengambilan keputusan klinis,” kata Pitono.

×
Berita Terbaru Update