-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Profil Edwin Chen, Miliarder Termuda di Forbes 400 yang Sukses Raup Rp299 Triliun dari AI

Selasa, 23 September 2025 | September 23, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-25T08:30:48Z

, JAKARTA - Forbes kedatangan 10 miliarder baru dalam daftar Forbes 400, berisi 400 miliarder terkaya dunia, dengan minimum kekayaan tahun ini US$3,8 miliar.

Dalam daftar ini, masuk nama Edwin Chen, pria berusia 37 tahun dan menjadi yang termuda dalam daftar 400 orang Amerika terkaya versi Forbes.

Dia menyandang status miliarder setelah berhasil meningkatkan pendapatan perusahaan pelabelan data miliknya, Surge AI , hingga mencapai US$1,2 miliar tahun lalu.

Profil Edwin Chen

Berasal dari Florida, Chen, yang mempelajari matematika, ilmu komputer, dan linguistik di Massachusetts Institute of Technology (MIT), mencetuskan ide startup ini saat dia bekerja sebagai insinyur pembelajaran mesin di Facebook, Dropbox, Google, dan Twitter, menurut The Information.

Di Facebook, dia sempat ditugaskan untuk membangun algoritma rekomendasi dan pencarian serta membantu mendapatkan data yang dibutuhkan untuk melatihnya.

Dari mengasah kemampuannya di Twitter, Google, Facebook, dan dana lindung nilai milik Peter Thiel, Clarium, dia kemudian merintis usahanya sendiri.

Edwin Chen mendirikan Surge AI, sebuah perusahaan pelabelan data pada tahun 2020 untuk membantu perusahaan melatih sistem kecerdasan buatan.

Dia mendirikan perusahaan itu tanpa pendanaan eksternal. Namun, Surge kini sudah bekerja sama dengan lebih dari satu juta kontraktor, dan memasok kumpulan data berkualitas tinggi kepada klien-klien termasuk Google, Anthropic, dan OpenAI.

Serupa dengan Scale AI, yang didirikan oleh miliarder termuda di dunia yang merintis usaha sendiri, Alexandr Wang, Surge AI juga telah mengikuti gelombang raksasa teknologi dan perusahaan rintisan besar yang berlomba-lomba melatih model kecerdasan buatan untuk segera menjadi salah satu perusahaan pelabelan data dengan pendapatan tertinggi di dunia.

Hanya dalam empat tahun, Surge telah menjadi raksasa yang tenang, meraup pendapatan sebesar US$1,2 miliar pada tahun 2024 dari klien-klien unggulan.

Yang membedakan Surge adalah fokusnya pada pasar yang diabaikan oleh perusahaan lain. Ketika para pesaing memulai dengan tugas pelabelan yang lebih sederhana seperti menandai rambu berhenti untuk mobil self-driving, Chen memilih untuk berkonsentrasi pada proyek yang lebih kompleks dan terspesialisasi.

"Pelanggan awal kami adalah orang-orang di bidang pencarian, rekomendasi organik, dan moderasi konten," kata Chen seperti dikutip majalah Inc.

Namun, dengan pencapaian langka untuk bisnis AI bernilai miliaran dolar, Surge mengklaim belum mendapatkan pendanaan dari luar. Hal ini menyisakan Chen dengan kepemilikan saham sekitar 75%, menjadikannya salah satu pengusaha terkaya di dunia AI yang berkembang pesat.

×
Berita Terbaru Update