-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rieke Diah Pitaloka Bongkar Kinerja Uya Kuya dan Eko Patrio di DPR, Singgung Gestur dan Komunikasi

Senin, 15 September 2025 | September 15, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-15T02:25:48Z

– Politisi sekaligus aktris senior Rieke Diah Pitaloka angkat suara terkait dinamika yang menimpa sejumlah artis yang kini berkarier di dunia politik. Ia menyoroti kinerja Uya Kuya dan Eko Patrio sebagai anggota DPR RI, yang belakangan ramai diperbincangkan publik usai keduanya dinonaktifkan dari jabatannya.

Rieke menilai, meski ada kesalahan dalam hal gestur dan komunikasi, kontribusi Uya Kuya dan Eko Patrio selama duduk di kursi parlemen tidak bisa diabaikan. Menurutnya, keduanya tetap menunjukkan kerja nyata untuk masyarakat meskipun mendapat sorotan tajam.

Kasus ini mencuat setelah terjadi penjarahan rumah Uya Kuya dan Eko Patrio pada Sabtu 30 Agustus 2025 malam. Massa yang emosi terkait isu tunjangan rumah anggota DPR RI nekat menerobos masuk ke kediaman dua artis yang kini terjun ke politik tersebut.

Situasi kian memanas karena sebelumnya beredar video sejumlah anggota DPR RI berjoget di Sidang Tahunan MPR, 15 Agustus 2025. Video itu dianggap menyakiti hati rakyat yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi. Dampaknya, gelombang kritik terhadap wakil rakyat semakin deras.

Buntut dari peristiwa itu, Uya Kuya yang saat itu duduk di Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN akhirnya dinonaktifkan dari tugasnya.

Langkah serupa juga dialami rekannya, Eko Patrio, serta beberapa nama lain seperti Nafa Urbach dan Ahmad Sahroni.

Rieke Diah Pitaloka yang kini menjabat sebagai anggota Komisi VI DPR RI, turut menyayangkan terjadinya penjarahan rumah para anggota DPR.

Menurutnya, rumah pribadi yang dijarah bukan hasil dari pekerjaan di DPR, melainkan jerih payah mereka di dunia hiburan.

“Mas Uya itu baru 10 bulan di DPR. Rumah yang dijarah bukan hasil kerja di DPR, tapi dari kerja kerasnya di dunia entertainment,” kata Rieke dalam podcast YouTube Curhat Bang Denny Sumargo , Minggu 7 September 2025

Rieke menambahkan, hal yang sama juga berlaku untuk dirinya. Rumah yang ia tempati saat ini, jelasnya, bukan berasal dari penghasilan sebagai anggota DPR, melainkan hasil kerja selama bertahun-tahun sebagai aktris.

Meski begitu, ia tetap mengakui bahwa gestur dan cara komunikasi Uya Kuya perlu diperbaiki. Menurutnya, posisi sebagai wakil rakyat menuntut sikap hati-hati, terutama di tengah situasi ekonomi yang sulit.

“Ada salah gesture, ada salah komunikasi, itu yang harus diperbaiki,” ucap Rieke.

Lebih jauh, Rieke mengaku kehilangan sosok Uya Kuya setelah dinonaktifkan. Ia menyebut Uya adalah partner kerja yang baik saat sama-sama duduk di Komisi IX, khususnya dalam menangani kasus perdagangan orang dan masalah kesehatan.

“Aku kehilangan Mas Uya. Dia itu partnerku di Komisi IX untuk advokasi kasus tindak pidana perdagangan orang dan isu kesehatan,” ungkapnya.

Tak hanya soal Uya, Rieke juga menyinggung kinerja Eko Patrio. Menurutnya, meskipun Eko dikenal kocak sebagai komedian, namun ia adalah sosok yang tulus dan serius dalam menjalankan tugas di DPR RI.

“Mas Eko itu tulus orangnya, memang konyol karena komedian. Tapi di DPR, dia serius bekerja. Bukan untuk membela, tapi memang gestur dan komunikasi saja yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Rieke bahkan mengisahkan peran Eko Patrio dalam mendukung perjuangannya membongkar sejumlah kasus, mulai dari persoalan mafia pangan hingga advokasi tanah Mat Solar alias Bajuri. Menurutnya, Eko termasuk sosok yang setia mendukung perjuangan teman.

“Aku pernah dibantu Mas Eko waktu memperjuangkan hak tanahnya Bang Juri (Mat Solar). Dia support banget. Begitu juga dalam beberapa isu, termasuk membongkar mafia pangan dan mafia timah,” jelas Rieke.

Ia menegaskan, setiap orang memiliki sisi positif dan negatif. Namun, menurutnya, tidak adil jika seluruh anggota DPR yang berlatar belakang artis langsung dicap buruk hanya karena satu dua kesalahan komunikasi. “Setiap orang ada plus minusnya. Jangan dipukul rata,” tandasnya.

Dengan pernyataan tersebut, Rieke berharap publik bisa lebih objektif dalam menilai kinerja wakil rakyat, termasuk mereka yang berasal dari kalangan selebritas.

Ia juga mengingatkan agar kritik tetap disampaikan secara elegan, bukan dengan tindakan anarkis seperti penjarahan.***

×
Berita Terbaru Update