-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kementerian HAM Beri Penguatan Kapasitas HAM Bagi Peserta Didik SMAK Pancasila Borong

Rabu, 15 Oktober 2025 | Oktober 15, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-19T03:35:29Z

Laporan Reporter , Robert Ropo

, BORONG -Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) RI gencar melakukan sosialisasi terkait Hak Asasi Manusia dengan menyasar ke sekolah-sekolah atau Perguruan Tinggi, salah satunya melakukan sosialiasi terkait Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia bagi peserta didik SMAK Pancasila Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan yang diangkat dengan tema 'Perdamaian Hanya Bisa Terwujud Dengan Membangun Persaudaraan' itu berlangsung di pelataran SMAK Pancasila Borong, Selasa 14 Oktober 2025.

Hadir dalam kegiatan sosialiasi tersebut  juga selaku pemateri yakni Thomas H. Suwarta, Staf Khusus Menteri HAM RI, dan Romanus Ndau Penggiat HAM dan Demokrasi.

Hadir juga Korwas SMA/SMK, SLB Kabupaten Manggarai Timur Lukas Sumba, Wakil Ketua MKKS SMA Kecamatan Borong, Konstantinus Everson Rada, Kepala SMAK Pancasila Borong, RD Pankrasius Wahu Nudan, para guru dan peserta didik SMAK Pancasila Borong.

Thomas H. Suwarta, Staf Khusus Menteri HAM RI, dalam kesempatan itu, menerangkan, kegiatan sosialiasi tentang penguatan kapasitas HAM bagi pelajar atau perserta didik di lingkungan sekolah dan kampus itu merupakan salah satu program KemenHAM.

"Mengapa kita menyasar kelompok pelajar atau mahasiswa, karena kesadaran HAM khusus untuk pelajar sangat strategis dan penting sekali. Kita sama-sama ingin agar misi dari Presiden Prabowo sendiri untuk memastikan penguatan fondasi dalam konteks bernegara itu hak asasi manusia,"ujarnya.

Ia menyebut, asstacita pertama Kabinet Prabowo-Gibran adalah memperkokoh nilai pancasila, hak asasi manusia, dan demokrasi.

"Salah satu yang kami lakukan adalah mendatangi sekolah-sekolah dan kampus juga kelompok pelaku usaha dan ASN. Sehingga pengarusutamaan HAM betul-betul bisa menjadi napas baru dalam kehidupan masyarakat,"ujarnya.

Lanjut Thomas, saat ini di komunitas pelajar cukup banyak terjadi problem-problem tentang hak asasi manusia salah satu di antaranya adalah bullying atau perundungan.

Ia mengungkapkan saat ini kasus bullying di lingkungan sekolah marak terjadi, bahkan korban hingga meninggal dunia. Karena itu untuk menekan masalah-masalah tersebut, maka harus secara terus-menerus memberikan kesadaran tentang HAM salah satunya melakukan sosialiasi tentang HAM di lingkungan sekolah karena itu sangatlah strategi dan penting.

"Saya pikir paling penting adalah kita harus terus menerus memberikan penyadaran tentang nilai-nilai hak asasi manusia kepada anak-anak. Kadang anak-anak sendiri tidak tahu ada ketidakpahaman terhadap sesuatu yang berkaitan dengan HAM. Ada sesuatu yang sangat serius tetapi dianggap biasa.  Mengenai bullying kekerasan verbal. Itu bisa menyerang pskologi seseorang,"ungkapnya.

Ia menegaskan, kasus perundungan di lingkungan sekolah tidak bisa dibiarkan. Sekolah harus aware dengan situasi itu.

"Di kalangan pendidik, orangtua dan anak sendiri harus punya kesadaran tentang HAM. Ini kita sudah membunyikan alarm yang serius tentang bahaya bullying," ujarnya.

Dikatakan Thomas, anak-anak peserta didik harus terus menerus diberikan pemahaman terkait HAM terutama terkait bagaimana menghargai hak hidup orang, bagaimana mengenai kebebasan berpendapat dan berekspresi, bagaimana memastikan mereka bisa bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan lain sebagainya.

"Strategisnya memberikan pemahaman kepada pelajar tentang HAM. Kita sama-sama ingin menciptakan generasi muda masa depan menuju generasi emas 2045," Ujarnya.

Menurut Thomas, menuju generasi emas 2045, salah satunya adalah anak harus mempunyai fondasi yang kuat tentang HAM. Sebab  jika mempunyai pemahaman bagus tentang HAM bisa mempengaruhi karakter yang unggul baik dari kognitif, afektif, dan skill.

Sementara itu, Romanus Ndau, Penggiat HAM dan Demokrasi, berharap agar SMAK Pancasila Borong semakin baik dalam segi fasilitas dan sarana seperti ruang kelas dan lain sebagainya, termasuk hak asasi manusia.

Ia meminta kepada peserta didik untuk tidak boleh melanggar hak asasi manusia di sekolah maupun jadi korban seperti bullying atau perundungan. Anak-anak harus diberikan kebebasan dalam berekspresi dan menyampaikan pendapat, mendapat hak untuk belajar yang layak dan hak-hak lain sebagainya.

Romanus juga memberikan motivasi kepada anak-anak peserta didik. Ia berharap agar anak-anak terus tingkatkan semangat belajar yang baik, dan mendapatkan pemahaman yang seluas-luasnya. Selain itu, hormati orang tua dan kerja keras.

Menurut Romanus, untuk menjadi generasi emas yang sukses dikemudian hari, anak-anak harus memiliki knowledge (pengetahuan yang baik), skill (keahlian/keterampilan), dan Attitude (menjaga perilaku yang baik).

Kepala SMAK Pancasila Borong, RD Pankrasius Wahu Nudan, dalam kesempatan itu, menyampaikan terima kasih kepada Kementerian HAM yang telah melaksanakan kegiatan sosialiasi penguatan kapasitas HAM bagi peserta didik di sekolah tersebut.

RD Pankrasius juga dalam kesempatan itu memberikan profil singkat terkait lembaga sekolah itu. Meski sekolah tersebut berlandaskan Katolik, namun terbuka untuk umum di mana peserta didik di sekolah itu datang dari berbagai agama baik Katolik, Islam, Kristen, dan Hindu.

Menurut RD Pankrasius, penguatan Kapasitas HAM di lingkungan SMA sangatlah penting dalam membentuk karakter generasi muda yang beradap, kritis dan bertanggungjawab.

Pendidikan HAM di sekolah sangat berperan vital yaitu menanamkan nilai-nilai kemanusiaan universal, kesetaraan, keadilan dan toleransi sejak dini untuk meminimalisir segala potensi pelanggaran HAM di kemudian hari.

"Lembaga pendidikan ini, jaminan dan perlindungan terhadap HAM baik untuk guru dan peserta didik sangat dihargai selama ini. Peserta didik dari berbagai latar belakang agama mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk berkreasi dan berekspresi, hak untuk beribadah sesuai agama dan keyakinan, dan juga hak-hak lainya,"Ujarnya. (rob)

Berita Lainnya di Google News

×
Berita Terbaru Update