, JAKARTA - Hujan yang turun di Jakarta ternyata mengandung partikel mikroplastik. Hal ini disebabkan karena banyaknya pembakaran sampah yang dilakukan masyarakat.
Ketua Sub Kelompok Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Rahmat Aji Pramono mengatakan kandungan mikroplastik sangatlah berbahaya dan bisa menimbulkan serangan jantung dan juga stroke.
"Ketika ada orang dengan diabetes juga merokok, ditambah juga (terpapar) mikroplastik maka risiko terjadinya serangan jantung dan serangan stroke bisa meningkat," kata Rahmat dikutip Minggu (26/10).
Mikroplastik yang berasal dari degradasi limbah plastik termasuk serat sintetis pakaian, debu kendaraan dan ban serta sisa pembakaran sampah plastik berukuran bahkan bisa lebih kecil dari debu dan bakteri.Rahmat menyampaikan, saat masuk ke dalam organ tubuh, mikroplastik akan menimbulkan peradangan atau perlukaan di organ tersebut.
Bila peradangan terjadi di saluran pernapasan, misalnya, maka menyebabkan masalah kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan lainnya.
Mikroplastik yang berukuran lebih kecil bahkan bisa masuk ke dalam pembuluh darah dan mengakibatkan luka.
"Apalagi kalau perlukaannya di jantung, di otak, efeknya bisa serangan jantung maupun stroke. Tapi hal ini menjadi faktor risiko, bukan serta-merta mikroplastik ini menjadi agen tunggal penyebab penyakitnya," kata Rahmat.Rahmat mengatakan efek mikroplastik bagi kesehatan membutuhkan waktu bertahun-tahun atau tak seketika dialami mereka yang terpapar.
Diketahui, mikroplastik menjadi bahan perbincangan berbagai kalangan belakangan ini, seiring publikasi hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bahwa air hujan di Jakarta mengandung partikel mikroplastik.
Penelitian yang sebenarnya dilakukan pada tahun 2022 itu menunjukkan mikroplastik dalam setiap sampel air hujan di Jakarta terbentuk dari degradasi limbah plastik melayang di udara akibat aktivitas manusia.( antara/jpnn )