-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

OK Bank Optimistis Bisa Meraup Laba Bersih Rp140 Miliar pada Akhir Tahun 2025

Rabu, 22 Oktober 2025 | Oktober 22, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-29T10:55:06Z

.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) optimistis mampu meraup laba bersih Rp 140 miliar pada tahun buku 2025.

Direktur Kepatuhan Ok Bank Efdinal Alamsyah menyampaikan bahwa target ini sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) OK Bank 2025. Namun, dia mencatat bahwa capaian per bulan Oktober sudah melampaui target.

"Target RBB sampai dengan Desember 2025 lebih kurang Rp 140 miliar, tapi pencapaian Bank sampai dengan bulan Oktober ini sudah melewati target RBB," ujar Efdinal kepada , Jumat (17/10/2025).

Merujuk laporan keuangan OK Bank per Agustus 2025, laba bersih tahun berjalan tercatat sebesar Rp 95,9 miliar atau meningkat 260,7% secara tahunan (YoY).

Efdinal bilang kenaikan laba bersih ini disokong oleh pertumbuhan volume bisnis, mulai kredit dan dana pihak ketiga (DPK) bersama perbaikan kualitas aset.

Oleh karena itu, terjadi pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII), efisiensi operasional dan perbaikan rasio biaya terlihat dari menurunnya rasio efisiensi (BOPO).

"Selain itu juga menurun terjadi penurunan beban provisi atau kerugian penurunan nilai (CKPN)," lanjutnya.

Efdinal memaparkan strategi bank dalam menjaga laba tetap positif. Pertama, mengutamakan efisiensi operasional, dengan terus menurunkan BOPO (rasio biaya operasional terhadap pendapatan).

Kedua , memperkuat pendanaan dengan cost yang efisien dengan meningkatkan porsi CASA dibandingkan deposito, karena dana murah ini membantu mempertahankan margin bunga dan tak ketinggalan pemberian program loyalitas dan bundling produk untuk menarik nasabah dana ritel, dan lainnya.

Ketiga, ekspansi kredit dilakukan dengan selektivitas portofolio, dengan fokus pada segmen korporasi dan komersial agar margin kredit lebih baik dan risiko lebih bisa dikelola. Selain itu penggunaan sistem scoring debitur yang lebih ketat dan otomatis (penilaian risiko).

×
Berita Terbaru Update