-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pekerja Wanita Asal NTT Jadi Korban Penyekapan,DPRD Kota Bogor Desak Pemilik Panti Jompo Muncul

Selasa, 14 Oktober 2025 | Oktober 14, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-14T06:10:19Z

Laporan Wartawan , Rahmat Hidayat

, BOGOR UTARA - Komisi IV DPRD Kota Bogor soroti sikap dari panti jompo Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, yang diduga menyekap pekerja asal NTT.

Sampai saat ini panti jompo yang berada di bawah naungan yayasan ini belum buka suara terkait kejadian itu.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Ence Setiawan mengatakan, pihak panti jompo harus segera bersuara dan memberikan klarifikasinya.

“Ya, menurut saya, ketika ada isu seperti itu, pihak panti seharusnya segera memberikan klarifikasi. Ini penting agar masyarakat tidak salah menyikapi informasi yang beredar,” kata Ence saat dihubungi, Senin (13/10/2025).

Panti jompo ini diduga menyekap pekerjanya sendiri dan memberikan hukuman skot jam sebanyak 300 kali.

Sudah 10 orang pekerja asal NTT yang akhirnya mengundurkan diri dan dijemput oleh kerabat satu daerahnya.

Ence menilai, jika terjadi seperti yang beredar, sangat disayangkan.

“Apapun bentuknya, itu termasuk tindakan kekerasan. Dan kalau benar itu dilakukan oleh pihak panti yang notabene merupakan yayasan atau lembaga sosial maka hal itu sangat miris sekali,” ujarnya.

Komisi IV DPRD Kota Bogor mendukung Polresta Bogor Kota yang saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait kasus ini.

Ia berharap, kejadian serupa tidak terjadi di yayasan atau panti jompo lainnya di Kota Bogor.

“Saya mengimbau kepada semua yayasan atau lembaga serupa, jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Kalau mempekerjakan manusia, ya perlakukanlah mereka secara manusiawi. Harus benar-benar memanusiakan manusia,” tandasnya.

Sementara itu, diketahui, Panti ini ternyata sudah berdiri sejak lama di Kota Bogor.

Selama itu, panti jompo dinilai aman-aman saja.

“Informasi sudah berdiri tahun 1995. Sudah lama. Selama ini aman-aman aja. Tidak ada hal hal yang menyimpang,” kata Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor Sahib Khan saat dihubungi , Minggu (12/10/2025).

Panti ini juga memang menjadi tempat penampungan para pekerja.

Mereka menampung pekerja yang mendaftar di perusahan lainnya.

“Jadi outsourching. Mereka nampung saja. Selama ini perusahaan yang menyalurkannya itu dari Bekasi,” ujarnya.

×
Berita Terbaru Update