-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana,Polda Sulteng Latih 26 Personel DVI dan Keamanan Pangan

Minggu, 19 Oktober 2025 | Oktober 19, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-25T08:45:48Z

Laporan Wartawan , Zulfadli

, PALU – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Tengah menggelar pelatihan Disaster Victim Identification (DVI) dan Food Safety bagi 26 personel kepolisian.

DVI adalah sebuah prosedur standar internasional yang digunakan untuk mengidentifikasi korban meninggal dunia akibat bencana alam atau insiden yang mengakibatkan banyak korban dengan kondisi fisik yang sulit dikenali.

Sementara, Food Safety adalah rangkaian prosedur yang digunakan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi aman dari bahaya fisik, kimia, atau biologis yang dapat menyebabkan penyakit atau kerugian bagi konsumen.

Kegiatan itu berlangsung selama tiga hari, sejak Kamis 16 hingga 18 Oktober 2025, di salah satu hotel di Kota Palu.

Pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan personel dalam penanganan korban bencana serta memastikan keamanan pangan, terutama di situasi darurat.

Selain teori, peserta juga akan mengikuti praktik lapangan di Kantor SPPG Polda Sulteng untuk mengasah keterampilan teknis.

Kegiatan tersebut menghadirkan delapan narasumber dari berbagai instansi.

Empat pemateri internal Biddokkes membawakan materi seputar keamanan pangan, ante mortem, post mortem, dan proses rekonsiliasi DVI.

Sedangkan empat pemateri eksternal berasal dari Dinas Kesehatan, BNPB, Basarnas, dan Sie Identifikasi Ditreskrimum Polda Sulteng yang membawakan materi terkait analisis DNA, mitigasi bencana, jalur evakuasi, serta teknik evakuasi dan pemindahan korban.

Kabiddokkes Polda Sulteng Kombes Pol Edi Syahputra Hasibuan secara resmi membuka pelatihan tersebut.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan profesionalisme personel Dokkes dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam keberhasilan penanganan bencana dan pengawasan keamanan pangan.

“Pelatihan ini bukan sekadar formalitas, tapi langkah nyata untuk memperkuat kapasitas personel menghadapi tantangan di lapangan. Kesiapan dan kemampuan teknis harus berjalan seiring dengan empati dalam tugas kemanusiaan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam tugas sehari-hari sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Hasil dari pelatihan ini harus diwujudkan dalam pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan siap mendukung Indonesia menuju visi Emas 2045,” tambahnya.

Peserta yang berasal dari Urkes Polres Pasigala, Urkes Brimob, dan Urkes SPN Labuan Panimba tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Mereka aktif dalam sesi diskusi dan simulasi lapangan yang menekankan koordinasi serta ketepatan prosedur.

Melalui kegiatan ini, Biddokkes Polda Sulteng berharap seluruh peserta dapat menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pelayanan kesehatan Polri di wilayah masing-masing menuju Indonesia Emas 2045.

×
Berita Terbaru Update