-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Padel Bukan Cuma FOMO! Ini Sejarah dan Bedanya Jauh Sama Tennis yang Lagi Viral Sampai Garut!

Jumat, 31 Oktober 2025 | Oktober 31, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-01T10:55:49Z
Priangan Insider – Kamu pasti udah sering liat story Instagram atau TikTok orang main olahraga kayak tennis tapi di lapangan kaca, kan?

Yap, itu dia padel, olahraga yang lagi booming banget di 2026. Dari Jakarta, Bandung, sampai yang ngejutin: Garut pun udah ketularan hype ini!

Tapi, sebentar. Sebelum kamu ikutan booking lapangan cuma karena Fear Of Missing Out (FOMO), yuk kita kulik dulu asal-usul dan bedanya sama tennis.

Biar kamu ngobrolnya bukan cuma, "Eh, gue main padel tuh," tapi paham betul sama olahraga yang genuinely seru ini.

Asal Usul Padel: Gagal Liburan, Jadi Sport Kekinian

Ceritanya bukan dimulai di country club yang fancy, tapi di Meksiko pada tahun 1969. Semuanya berawal dari Enrique Corcuera.

Karena lahan di rumahnya di Acapulco terbatas, dia bikin lapangan dengan dinding batu di sampingnya. Dia juga memasang jaring besi untuk menghalangi tanaman merambat.

Nah, karena lapangannya sempit, dia pakai raket kayu yang lebih kecil dan bolanya mirip bola tennis.

Jadilah sebuah permainan baru yang fun dan bisa dimainkan di ruang terbatas. Awalnya sih buat hibiran sendiri, tapi tamunya, seorang pangeran Spanyol, tertarik dan membawa konsep ini ke Eropa.

Dari situlah padel menyebar ke Spanyol dan Argentina, sebelum akhirnya meledak di seluruh dunia, termasuk Indonesia di tahun 2020-an dan puncaknya sekarang.

Padel vs Tennis: Jangan Sampai Salah Sebut Lagi!

Meski mirip, mereka beda banget, lho. Biar gak salah kaprah, ini perbedaan utama yang perlu lo catet:

Raketnya Beda Total

  • Padel: Pakai raket padat tanpa senar, berlubang-lubang. Beratnya lebih ringan dan bentuknya lebih pendek. Terasa lebih grip di tangan.
  • Tennis: Yaitu raket yang kita kenal, dengan senar yang harus dipencet-pencet. Lebih besar dan panjang.

Lapangan & Aturan Main: Ini Kunci Utamanya!

  • Padel: Lapangan lebih kecil (20x10m) dan dikelilingi dinding kaca/beton. Kamu bisa utilize dinding itu untuk memantulkan bola, kayak main squash! Servasnya juga underhand (dari bawah pantul).
  • Tennis: Lapangan besar, tanpa dinding. Servasnya overhand dan bola cuma boleh sekali pantul.

Teknis & Strategi

  • Padel: Lebih mengutamakan strategi, permainan di dekat net, dan pemanfaatan dinding. Cocok buat yang suka mind game dan kolaborasi (karena biasanya dimainkan ganda).
  • Tennis: Lebih mengandalkan power, kecepatan, dan stamina untuk menutupi area lapangan yang luas. Smash keras adalah senjata andalan.

Intinya, tennis itu soal power dan jangkauan, sementara padel lebih tentang strategi, presisi, dan kerja sama.

Hype Padel Merambah: Dari Ibu Kota Sampai Gemah Ripah Garut

Jangan kira hype padel cuma ada di Jakarta atau Bandung aja. Fenomena yang sama lagi terjadi di Garut.

Mulai bermunculan komunitas dan tempat penyewaan lapangan padel yang ramai dikunjungi anak muda, keluarga, bahkan para profesional lokal.

Ini membuktikan bahwa padel bukan cuma sekadar tren sesaat di kota metropolitan, tapi olahraga yang benar-benar bisa dinikmati oleh berbagai kalangan di berbagai daerah. Aksesnya yang mulai mudah dan rasa komunitasnya yang kuat bikin olahraga ini makin digemari.

Jadi, Main Padel Karena Cinta atau Ikut-Ikutan?

So, gimana? Udah kebayang kan serunya? Yang paling penting, pastikan kamu main padel karena emang suka dengan permainannya yang seru dan strategis. Bukan cuma sekadar buat konten atau karena gak mau ketinggalan.

Olahraga ini menawarkan keseruan yang berbeda, sosialisasi yang asik, dan tantangan teknik sendiri. Jadi, kalo kamu emang jatuh cinta sama permainannya, selamat!

Kamu udah nemuin salah satu olahraga paling addictive di 2026. Tapi kalo cuma ikut-ikutan, ya... gapapa juga sih, yang penting jangan lupa enjoy aja, beb. (***)

×
Berita Terbaru Update