-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rekayasa Lalin di 3 Titik Demo Jakarta Hari Ini, Hindari Kawasan DPR

Kamis, 06 November 2025 | November 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-07T01:55:18Z

JAKARTA, Pengendara di Jakarta perlu bersiap menghadapi gangguan lalu lintas hari ini, Kamis (6/11/2025). Polres Metro Jakarta Pusat akan menerapkan rekayasa lalu lintas di tiga lokasi yang menjadi titik unjuk rasa buruh dan mahasiswa.

Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, Kapolres Metro Jakarta Pusat, menjelaskan bahwa skenario pengalihan arus kendaraan bersifat situasional. Artinya, penutupan atau pembukaan ruas jalan akan disesuaikan dengan kondisi massa dan tingkat kepadatan di lapangan.

"Kami memohon pengertian masyarakat. Keselamatan dan kenyamanan bersama menjadi prioritas kami," kata Susatyo di Jakarta, Kamis dikutip dari Antara.

Imbauan Khusus: Jauhi Area Senayan

Masyarakat secara khusus diminta menghindari kawasan Gedung DPR/MPR di Senayan selama berlangsungnya aksi.

Rekomendasi ini dikeluarkan mengingat lokasi tersebut menjadi pusat konsentrasi massa terbesar dari ketiga titik demonstrasi.

Buruh yang terhimpun dalam Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) akan berkumpul di depan kompleks parlemen.

Antisipasi terhadap jumlah peserta yang signifikan membuat aparat menempatkan kekuatan pengamanan paling besar di sana.

Susatyo menyarankan penggunaan jalur alternatif bagi warga yang memiliki keperluan melintas.

Meski tidak merinci jalur spesifik, ia menekankan pentingnya fleksibilitas dalam memilih rute perjalanan hari ini.

2.198 Personel di Tiga Lokasi

Total 2.198 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan seluruh titik aksi. Komposisi pengamanan melibatkan unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bekerja secara terkoordinasi.

Pembagian kekuatan dilakukan dengan mempertimbangkan skala massa di setiap lokasi. Kompleks DPR/MPR mendapat jatah 1.464 personel mengingat estimasi jumlah pengunjuk rasa yang lebih besar.

"Untuk yang di depan DPR/MPR ada 1.464 personel, sementara di titik lainnya ada 734 personel," ujarnya.

Sisa personel sejumlah 734 orang dibagi untuk mengawal dua lokasi lainnya: kawasan Monumen Nasional dan gedung Kementerian Haji dan Umrah. Kedua titik tersebut menjadi tempat aksi dari aliansi mahasiswa.

"Kami hadir untuk memastikan semuanya berjalan dengan aman dan kondusif," kata Susatyo.

Kebebasan menyampaikan aspirasi tetap dijamin dengan catatan tidak melanggar koridor hukum. Susatyo memberikan batasan tegas mengenai tindakan yang dilarang selama aksi berlangsung.

Membakar ban, merusak fasilitas umum, atau memblokir jalan menjadi tiga larangan utama yang tidak bisa ditolerir. Pelanggaran terhadap aturan ini akan ditindak sesuai prosedur yang berlaku.

"Silakan menyampaikan pendapat, tetapi tetap dalam koridor hukum dan ketertiban," kata dia.

×
Berita Terbaru Update