-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sejarah Desa Sidowayah Klaten: Dari Wisata Air hingga Kisah Perjodohan Keraton Surakarta

Minggu, 02 November 2025 | November 02, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-03T02:20:59Z

KILAS KLATEN - Desa Sidowayah, yang terletak di Kecamatan Polanharjo, Klaten, terkenal sebagai destinasi wisata air populer.

Nama desa ini memiliki beberapa versi asal-usul, salah satunya terkait kisah sayembara perjodohan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Kepala Desa Sidowayah saat ini, Mujahid Jaryanto, menceritakan kisah ini berawal dari Kades pertama, Raden Ngabehi Purbontani, pada tahun 1930-an.

Sebelum menjadi Kades, Purbontani bertemu Raja Kasunanan Surakarta saat raja berkunjung ke Umbul Kemanten, kawasan sumber mata air yang kerap dikunjungi keluarga keraton sejak masa kolonial.

Dalam pertemuan itu, sang raja mengabarkan bahwa Purbontani akan dijodohkan dengan cucunya, Gusti Ngatirah.

Sejak saat itu, Purbontani menunggu kelanjutan kabar perjodohan tersebut.

Warga sekitar pun penasaran dan bertanya, “Sida diolehke wayahe apa boten?” yang artinya, apakah Purbontani akan dijodohkan atau tidak.

Singkat cerita, keraton membuat sayembara untuk mencari jodoh bagi Gusti Ngatirah.

Putri Keraton itu akan dijodohkan dengan laki-laki yang berhasil membawa lumpang hingga ke keraton.

“Pak Purbontani kemudian mengikuti sayembara itu dan bisa melaksanakan. Akhirnya menikah dengan Gusti Ngatirah,” ungkap Mujahid.

Kisah Sumpil Buntung

Purbontani kemudian menjadi kades pertama Desa Sidowayah, Klaten, pada 1930-an hingga sekitar tahun 1943.

Setelah wafat, Raden Ngabehi Purbontani dan Gusti Ngatirah dimakamkan di makam Macanan Janti, Kecamatan Polanharjo.

Sidowayah kini menjadi tinggal sekitar 3.154 jiwa penduduk. Selain area pertanian, desa itu memiliki potensi wisata yang menjadi salah satu primadona di Klaten.

Ada tiga potensi wisata di desa tersebut yakni Umbul Kemanten atau yang juga kerap disebut dengan Umbul Manten.

Destinasi wisata air ini menjadi salah satu wisata favorit di Kabupaten Bersinar.

Di balik segarnya air umbul itu, umbul itu menyimpan cerita tentang pasangan calon pengantin yang melanggar aturan pingitan.

Tak hanya itu, umbul itu menyimpan kisah tentang sumpil buntung.

Sumpil atau siput kecil di Umbul Kemanten konon ujungnya tumpul hingga dinamakan sumpil buntung.

Konon, hal itu terjadi karena kutukan Raja Keraton setelah kaki sang putri raja berdarah akibat menginjak sumpil di umbul tersebut.

Destinasi wisata lainnya di Sidowayah yang tak kalah populer yakni Umbul Siblarak.

Selain menjadi lokasi wisata air, ada kawasan outbound, camping ground serta farm tubing di tempat itu.

Satu lagi yakni Kampung Dolanan Sidowayah. Wisata edukasi itu menjadi tempat untuk melestarikan aneka mainan maupun permainan tradisional agar tak semakin tersisih seiring perkembangan zaman.***

×
Berita Terbaru Update