-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sosok Dokter Irma,Dianiaya Brutal oleh Sekelompok Massa di Indramayu,Lucky Hakim Turun Tangan

Kamis, 30 Oktober 2025 | Oktober 30, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-01T10:30:48Z
Ringkasan Berita:
  • Kasus penganiayaan brutal terhadap seorang dokter bernama Irma di Indramayu menggemparkan publik.
  • Bupati Indramayu, Lucky Hakim, melakukan kunjungan dan bertemu dengan dokter Baskar dan istrinya, dokter Irma, yang menjadi korban penyerangan dan penganiayaan oleh sekelompok massa pada Minggu (26/10/2025).
  • Lucky memastikan, kasus yang menjadi sorotan ini kini mulai menemui titik terang.

Kasus penganiayaan brutal terhadap seorang dokter bernama Irma di Indramayu menggemparkan publik.

Aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok massa itu menyebabkan sang dokter mengalami luka serius.

Mengetahui hal tersebut, Bupati Indramayu Lucky Hakim langsung turun tangan dan memerintahkan penyelidikan mendalam.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, melakukan kunjungan dan bertemu dengan dokter Baskar dan istrinya, dokter Irma, yang menjadi korban penyerangan dan penganiayaan oleh sekelompok massa pada Minggu (26/10/2025).

Penganiayaan tersebut terjadi di Desa/Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, pada Kamis (23/10/2025).

Lucky memastikan, kasus yang menjadi sorotan ini kini mulai menemui titik terang.

"Saya hari ini datang ke Dokter Baskar dan Dokter Irma, mereka ini yang kemarin mendapat perlakuan yang tidak baik dari Kepala Desa Anjatan," ujar Lucky lewat keterangan video yang diterima Kompas.com, Senin (27/10/2025).

Lucky menyebut, dirinya sudah berbincang dengan kedua korban.

Mereka pun menceritakan semua kronologi kejadian secara detail. Dalam peristiwa ini, diduga turut melibatkan oknum kuwu atau kepala desa setempat.

Keduanya juga sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

"Kami akan sama-sama kawal dan saya akan memberikan perhatian khusus untuk kasus ini," ujar Lucky.

Menurut Lucky, oknum kuwu yang diduga terlibat dalam penyerangan itu sudah datang untuk meminta maaf secara langsung kepada korban.

Dokter suami istri itu pun sudah memaafkan sang kuwu.

"Tapi di sini kami menghargai kalau misalnya ibu dokter masih terluka dan ada trauma, apalagi ini juga menyangkut anak kecil yang juga melihat kejadian. Jadi, kami menghargai dan kami tidak bisa memaksakan ibu harus memaafkan, tidak juga," terang Lucky.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim saat bertemu dengan dokter Baskar dan istrinya, dokter Irma yang menjadi korban penyerangan dan penganiayaan oleh sekelompok massa pada Minggu (26/10/2025).(Dok Lucky Hakim)

Secara pribadi, Lucky Hakim sangat memahami bagaimana ketakutan dari Dokter Irma dari rekaman video yang beredar ketika dirinya yang merupakan seorang perempuan dikepung oleh gerombolan orang.

Tak berhenti di situ, ia juga mengejar hingga ke rumahnya serta melihat langsung ketika suaminya dianiaya oleh sekelompok orang tersebut.

Sebagai Bupati Indramayu, Lucky Hakim memastikan akan mengambil langkah evaluasi terhadap sang kuwu lewat jalur administrasi.

"Karena kalau kasus pidana itu terpisah, Bupati tidak bisa memenjarakan orang. Jadi, saya akan lihat dari sisi administrasinya pelayanan (kuwu) seperti apa, apakah baik atau buruk. (Kejadian) ini menjadi sebuah pelayanan yang buruk dan si kuwu itu sudah mengakui kesalahannya dan minta maaf," ujar dia.

Terakhir, Lucky Hakim memastikan, pihaknya juga akan ikut mengawal proses hukum yang sedang berjalan dan berharap kasus ini bisa menemukan penyelesaian terbaik bagi semua pihak.

Awal Mula Kejadian

Sebelumnya diberitakan, kejadian bermula ketika di desa tersebut tengah berlangsung kegiatan arak-arakan kesenian singa depok pada Kamis (23/10/2025) sore.

Saat itu, sang dokter hendak pulang ke rumahnya usai praktik dari rumah sakit. Namun, di tengah jalan, sedang ada kegiatan arak-arakan.

Ia pun diarahkan menepi, di sisi lain oknum kuwu memintanya berbelok. Sang dokter bingung dengan dua arahan berbeda.

Namun, oknum tersebut justru marah-marah hingga merusak spion mobil korban.

Suami sang dokter yang mendapat kabar itu segera pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, ia menanyakan kejadian itu kepada istrinya.

Setelah mendengar cerita tersebut, suami dokter tersebut keluar menuju gerombolan massa yang mengepung rumahnya dari seberang jalan.

Baru sampai di tengah jalan, beberapa orang tidak dikenal langsung melakukan pengadangan.

Suami dokter tersebut kemudian menjadi sasaran pengeroyokan hingga mengalami luka pada bagian pipi kanan, bagian kening sebelah kiri, dan bagian belakang telinga kanan.

(/Kompas.com)

×
Berita Terbaru Update