-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Cek detail rekayasa lalu lintas MRT Jakarta di Glodok dan Kota mulai 10 Januari

Minggu, 11 Januari 2026 | Januari 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-11T11:40:24Z

- Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A CP 203 kini memasuki babak baru. Mulai 10 Januari hingga 15 Juli 2026, manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) akan diberlakukan di area Stasiun Glodok dan Stasiun Kota.

Langkah ini diambil seiring dengan pengerjaan struktur bawah tanah stasiun, pintu masuk (entrance), hingga instalasi MEP (Mechanical, Electrical, and Plumbing).

Untuk area Stasiun Kota, pekerjaan akan difokuskan pada persimpangan Jalan Pintu Besar Selatan dan Jalan Asemka. Berikut adalah rincian pengalihan jalurnya:

- Pengalihan Jalur: Arus lalu lintas di sisi utara Jalan Pintu Besar Selatan yang semula di sisi Barat, kini dialihkan ke sisi Timur.

- Akses Terbatas: Jalur ini hanya diperuntukkan bagi TransJakarta, penghuni, dan konsumen toko di area tersebut.

- Penyempitan Jalan: Di persimpangan Jalan Asemka (Fly Over) menuju Jalan Jembatan Batu, jalan yang semula 3 lajur akan menyempit menjadi 2 lajur.

- Sifat Situasional: Jika terjadi kemacetan parah di Jalan Pancoran, Jalan Pintu Besar Selatan akan dibuka untuk umum secara situasional.

Bagi kendaraan kecil milik penghuni atau pengunjung toko, sisi Barat Jalan Pintu Besar Selatan tetap dapat difungsikan secara terbatas untuk arah Selatan menuju Utara.

Perpanjangan Contraflow di Stasiun Glodok

Bagi Anda yang sering melintasi Jalan Gajah Mada, harap bersabar lebih lama. Rekayasa lalu lintas tahap 3.2 di area pembangunan Stasiun Glodok dipastikan diperpanjang.

Sistem contraflow di Jalan Gajah Mada yang seharusnya berakhir pada Maret 2026, kini diperpanjang hingga 13 Juli 2026. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesinambungan konstruksi di area tersebut.

Pihak MRT Jakarta memastikan bahwa meskipun ada pekerjaan berat, kenyamanan dan keamanan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama. Berbagai rambu, marka jalan, dan lampu penerangan telah disiapkan di titik-titik strategis.

Manajemen MRT Jakarta juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan ini.

"PT MRT Jakarta (Perseroda) memohon maaf atas ketidaknyamanan selama pekerjaan ini berlangsung. Kami mengharapkan pengertian dan kerja sama dari masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan proyek ini," ujar Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo dalam keterangannya, Kamis (8/1).

Masyarakat dihimbau untuk selalu memperhatikan rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

×
Berita Terbaru Update