-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Apa Maksud Noel Sembunyikan Ponsel di Plafon? Sejumlah Mobil Juga Lenyap

Rabu, 27 Agustus 2025 | Agustus 27, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-03T03:25:13Z

- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menanyakan maksud mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan menyembunyikan ponsel di plafon.

Sebelumnya ada empat telepon seluler (ponsel) yang ditemukan tim KPK saat di plafon rumah saat menggeledah rumah Immanuel Ebenezer alias Noel di Pancoran, Jakarta, Selasa (26/8).

Tersangka Immanuel Ebenezer alias Noel Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/8). Foto: Ricardo/

"Ya, penyidik menemukan empat handphone (ponsel) di plafon rumah yang bersangkutan," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa.

Budi menyebut penyidik KPK akan menanyakan penemuan barang bukti tersebut kepada Noel dalam pemeriksaan terkait kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan.

Penyidik akan menanyakan apakah ponsel itu sengaja disembunyikan atau Noel memang menaruh handphone-nya di plafon?

"Tentu nanti dalam proses pemeriksaan kepada yang bersangkutan itu juga akan ditanyakan," ujarnya.

Dia mengatakan informasi dalam empat ponsel tersebut akan dibuka oleh KPK untuk mengungkap perkara tersebut.

Sejumlah Mobil Juga Lenyap

Selain soal ponsel di plafon, tim KPK mengungkapkan ada sejumlah kendaraan roda empat lenyap dari rumah dinas Noel karena da yang memindahkan setelah terjadi operasi tangkap tangan (OTT).

"Penyidik mendapatkan informasi terdapat sejumlah mobil, yaitu Land Cruiser, Mercy, dan BAIC, yang dipindahkan dari rumah dinas Wamen pasca-kegiatan tangkap tangan," ujar Budi, kemarin.

Oleh sebab itu, dia mengatakan penyidik KPK saat ini sedang menelusuri keberadaan kendaraan-kendaraan tersebut.

"Kepada pihak-pihak yang memindahkan, KPK mengimbau agar kooperatif dan segera menyerahkan kendaraan tersebut untuk diperiksa dan diteliti oleh penyidik," kata dia.

Sebelumnya, pada 22 Agustus 2025, KPK menetapkan Immanuel Ebenezer selaku Wamenaker bersama Irvian Bobby dan sembilan orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat K3 di Kemenaker.

Immanuel Ebenezer disebut KPK menerima uang Rp 3 miliar dan satu kendaraan roda dua bermerek Ducati dari Irvian Bobby .

Pada tanggal yang sama, Immanuel Ebenezer berharap mendapatkan amnesti dari Presiden Prabowo Subianto. Namun, dia dicopot dari jabatannya sebagai Wamenaker oleh Presiden.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, berikut identitas 11 tersangka pada waktu terjadinya perkara tersebut:

1. Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker tahun 2022-2025 Irvian Bobby Mahendro (IBM)

2. Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Kemenaker tahun 2022-sekarang Gerry Aditya Herwanto Putra (GAH)

3. Subkoordinator Keselamatan Kerja Direktorat Bina K3 Kemenaker tahun 2020-2025 Subhan (SB)

4. Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja Kemenaker tahun 2020-2025 Anitasari Kusumawati (AK)

5. Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) dan K3 Kemenaker pada Maret-Agustus 2025 Fahrurozi (FRZ)

6. Direktur Bina Kelembagaan Kemenaker tahun 2021-Februari 2025 Hery Sutanto (HS)

7. Sub-Koordinator di Kemenaker Sekarsari Kartika Putri (SKP)

8. Koordinator di Kemenaker Supriadi (SUP)

9. Pihak PT KEM Indonesia Temurila (TEM)

10. Pihak PT KEM Indonesia Miki Mahfud (MM)

11. Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan (IEG). (ant/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

×
Berita Terbaru Update