-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Astra International Beberkan Strategi Hadapi Persaingan Bisnis dengan Produsen EV Asal Tiongkok

Kamis, 28 Agustus 2025 | Agustus 28, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-08-28T12:35:58Z

- PT Astra International Tbk (ASII) membeberkan strategi untuk menghadapi persaingan bisnis di sektor otomotif, utamanya terkait dengan produsen kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) asal Tiongkok yang mulai menjamur di Indonesia.

"Jadi kalau kita bicara tentang persaingan. Sebenarnya memang persaingan itu kan selalu ada, terutama di industri otomotif. Dan sebenarnya itu menurut kami bagus untuk konsumen dan juga tentu saja bagus untuk industri otomotif di Indonesia juga," kata Direktur PT Astra International, Henry Tanoto dalam Virtual Public Expose yang dipantau di Jakarta, Rabu (27/8).

Dia mengatakan, untuk strategi Astra International sendiri, pihaknya selalu konsisten untuk menghadapi persaingan tersebut dengan terus menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan yang bervariasi di tanah air.

"Dan sebenarnya kalau kita lihat hasilnya juga cukup inline ya. Jadi kita hampir 20 tahun terakhir ini kita selalu bisa memaintain market share kita di atas 50 persen," jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan strategi produk Astra, tentu saja pihaknya harus mengetahui soal kebutuhan customer yang bervariasi itu. Terlebih memang, faktor dari daya beli yang sangat berbeda-beda di kota besar maupun kota kecil maupun rural area.

"Dan juga yang kedua tentang kebutuhan product package-nya sendiri, jadi ada yang 5 seater atau 7 seater misalnya. Dan juga yang terakhir itu adalah tentang kesiapan infrastruktur di setiap wilayah yang juga berbeda-beda," ujar Henry.

Seperti misalnya di Jakarta, Henry mengungkapkan bahwa dari sisi infrastruktur jalan hingga fasilitas charging station sangatlah mendukung. Sehingga, penetrasi BEV yang 10 persen itu hampir 90 persen itu terkonsentrasi di Jakarta dan kota besar.

"Itu karena memang satu infrastrukturnya lebih ready, yang kedua daya beli karena mereka adalah kebanyakan additional buyer yang kurang, yang tidak terlalu sensitif terhadap result value," ungkapnya.

Sebagai bentuk persaingan dengan produsen EV asal Tiongkok, pihaknya pun turut menambahkan sejumlah produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan di tanah air. Seperti halnya, new BZ4X local production, dan juga yang kedua adalah urban cruiser BEV yang harapannya dua-duanya bisa dikenalkan tahun ini.

"Dan juga yang kedua adalah dengan hybrid sendiri, jadi kita juga luncurkan atau introduce hybrid vlogging yang harganya di bawah 300 juta untuk melengkapi dari line-up kita yang sebelumnya ada Innova Zenix hybrid, dan kemudian Yaris Cross hybrid. Dan on top of itu sebenarnya kita juga sedang menyiapkan produk hybrid lainnya yang akan berada di mass market segmen," bebernya.

Tak hanya memberikan produk kendaraan dengan banyak pilihan, tetapi Astra International juga turut memperhatikan after sales dan juga trade-in. Sehingga dengan terciptanya ekosistem layanan tersebut membuat resale value dari produk ASTRA itu lalu terjaga dengan baik.

"Jadi melihat ini ke depannya kita juga sangat yakin ya, bahwa kita akan mampu menyelaraskan portfolio produk dan layanan kita sesuai dengan perubahan yang terjadi di masyarakat terhadap kebutuhan mobilitas mereka. Dan kita juga confident, yakin bahwa kita bisa beradaptasi dengan cepat, dan tumbuh di tengah transisi energi dalam industri otomotif ini," pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update