— Duel menarik bakal tersaji di Stadion Kanjuruhan saat Arema FC menjamu Bhayangkara FC dalam pekan ke-3 Super League 2025/2026. Pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga adu gengsi antara Dalberto dan Muhammad Ferarri.
Arema FC datang dengan modal positif setelah memetik kemenangan besar 4-1 atas PSBS Biak dan hasil imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta.
Performa Singo Edan terlihat jauh lebih menjanjikan dibandingkan saat tampil di ajang Piala Presiden 2025 lalu.
Sebaliknya, Bhayangkara FC masih belum tampil konsisten meski dihuni banyak pemain bintang. Mereka baru mengoleksi satu poin setelah kalah 0-1 dari Borneo FC dan imbang 1-1 melawan PSM Makassar.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Maret 2024 di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Kala itu, laga berakhir tanpa gol dengan catatan cukup baik bagi pelatih Paul Munster yang memiliki rekor apik menghadapi Arema FC.
Munster tercatat pernah meraih dua kemenangan, dua kali imbang, dan hanya sekali kalah dari Singo Edan. Catatan ini tentu menjadi modal berharga bagi The Guardians untuk bisa mencuri poin di Kanjuruhan.
Namun sorotan utama tetap tertuju pada duel pemain kunci striker tajam Arema, Dalberto, yang akan berhadapan langsung dengan palang pintu muda Bhayangkara, Muhammad Ferarri.
Keduanya sedang dalam performa terbaik dan siap menjadi penentu hasil akhir laga.
Dalberto tampil impresif sejak pekan pertama dengan torehan empat gol dari dua pertandingan. Catatan luar biasa itu membuatnya menjadi salah satu striker paling berbahaya di liga sejauh ini.
Statistiknya semakin menegaskan betapa klinisnya Dalberto di depan gawang lawan. Dengan rata-rata dua gol per laga dan efisiensi satu gol setiap 45 menit, ia menjadi momok menakutkan bagi lini belakang Bhayangkara.
Selain tajam, Dalberto juga aktif dalam pergerakan tim dengan akurasi umpan mencapai 88 persen.
Ia mampu melakukan dribel sukses 100 persen dengan catatan dua kali per laga yang menunjukkan ketenangan dalam menghadapi lawan.
Meski demikian, Dalberto juga tak jarang melakukan kontak fisik dengan lawan, terbukti dengan rataan 5,5 duel per pertandingan. Ia pun sempat diganjar satu kartu kuning yang memperlihatkan agresivitasnya di lapangan.
Di sisi lain, Muhammad Ferarri jadi andalan Bhayangkara FC di lini pertahanan. Pemain muda ini sudah menunjukkan kualitasnya sebagai bek tangguh dengan catatan impresif saat menghadapi PSM Makassar.
Dalam 90 menit penampilannya, Ferarri mampu mencatatkan 13 kali merebut bola dan lima kali melakukan sapuan bersih. Ketangguhannya di area belakang membuatnya jadi tembok yang sulit ditembus lawan.
Selain kuat bertahan, Ferarri juga cukup baik dalam distribusi bola. Ia mencatatkan rata-rata 29 umpan akurat dengan persentase 94 persen, termasuk tiga umpan panjang sukses dengan efektivitas 75 persen.
Ketegasannya dalam duel satu lawan satu juga terlihat ketika ia hanya sekali dilewati lawan dalam satu laga penuh. Hal itu memperlihatkan Dalberto harus bekerja ekstra keras untuk bisa menembus pertahanannya.
Pertarungan antara striker tajam Arema FC dan bek muda Bhayangkara FC ini jelas bakal jadi tontonan menarik. Dalberto dengan naluri golnya dan Ferarri dengan kekuatan bertahannya akan saling menguji kemampuan terbaik.
Arema tentu berharap Dalberto bisa kembali jadi mesin gol untuk mengamankan tiga poin di hadapan publik sendiri. Sementara Bhayangkara menaruh harapan besar kepada Ferarri untuk meredam agresivitas lawan.
Jika Dalberto mampu menemukan ruang tembaknya, gawang Bhayangkara dipastikan berada dalam ancaman serius.
Tetapi jika Ferarri bisa mematikan pergerakan sang striker, peluang Bhayangkara mencuri poin di Kanjuruhan akan semakin terbuka.
Laga ini juga akan menjadi ujian mental bagi kedua pemain. Dalberto dituntut menjaga konsistensinya, sementara Ferarri harus membuktikan kematangannya menghadapi striker kelas top.
Adu gengsi antara Dalberto dan Muhammad Ferarri di Kanjuruhan bukan sekadar duel personal. Pertarungan mereka bisa sangat menentukan jalannya pertandingan dan hasil akhir bagi kedua tim.
Dengan atmosfer panas di stadion yang selalu penuh suporter, tensi laga diyakini akan semakin meninggi. Arema FC dan Bhayangkara FC sama-sama ingin membuktikan diri sebagai tim yang layak diperhitungkan musim ini.
Semua mata akan tertuju pada duel dua pemain kunci ini. Dalberto siap melanjutkan ketajamannya, sementara Ferarri bersiap menjadi tembok terakhir Bhayangkara di tengah tekanan besar Kanjuruhan.