, YOGYA - Mimpi Bima Perkasa Jogja (BPJ) untuk melaju lebih jauh di kompetisi IBL All Indonesian 2025 harus pupus setelah kembali menelan hasil minor.
Kekalahan telak dengan skor 38-66 dari Dewa United Banten di GOR Manahan Solo, Sabtu (23/8/2025), memastikan langkah Bima Perkasa terhenti di turnamen pramusim ini.
Performa Bima Perkasa pada laga krusial ini berada jauh dibawah standar.
Tim hanya mampu mencatatkan akurasi tembakan sebesar 22 persen (12 dari 54 percobaan).
Kesulitan dalam membangun serangan diperparah dengan 23 turnovers yang kerap berhasil dikonversi menjadi poin oleh lawan.
Bima Perkasa terus tertinggal di setiap kuarter dan tidak mampu memberikan perlawanan berarti, terutama pada kuarter ketiga saat mereka hanya mampu mencetak 9 poin.
Tidak ada pemain Bima Perkasa yang berhasil mencetak dua digit poin dari jajaran starter.
Poin tertinggi untuk tim dicetak oleh pemain dari bangku cadangan, Joseph De Smet, yang menyumbangkan 12 poin.
Sementara itu, Habib Ahmeda menjadi pengumpul rebound terbanyak dengan 9 rebound.
"Tidak ada kata lain selain mengecewakan. Kekalahan ini memastikan kami tersingkir, dan itu menyakitkan," ujar Manajer Bima Perkasa Jogja, Fadhil Driya.
Dia pun meminta maaf kepada seluruh Kanca Bima atas performa buruk BPJ sehingga hasil di turnamen ini tak berjalan maksimal.
"Pertandingan melawan Rajawali mungkin sudah tidak menentukan kelolosan, tapi kami berutang kepada fans dan diri kami sendiri untuk menutup turnamen ini dengan performa yang terhormat dan kepala tegak," ujarnya.
Dengan hasil ini, Bima Perkasa akan melakoni laga terakhirnya di IBL All Indonesian 2025 melawan Rajawali Medan.
Pertandingan tersebut sudah tidak lagi berpengaruh, tetapi akan menjadi ajang pembuktian karakter dan profesionalisme sebelum kembali ke Yogyakarta untuk mempersiapkan musim reguler IBL.