-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Otak Penculik dan Pembunuh Kacab BRI Cempaka Putih Ternyata Mahasiswa UGM, Begini Statusnya

Rabu, 27 Agustus 2025 | Agustus 27, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-03T03:55:15Z

jogja. , YOGYAKARTA - Tersangka utama dalam kasus penculikan dan pembunuhan Muhammad Ilham Pradipta, Kepala Cabang Bank BRI Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ternyata mahasiswa Universitas Gadjah Mada ( UGM ) berinisial DH.

Mahasiswa Semester 1 Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) itu sudah dinonaktifkan oleh UGM.

Juru Bicara UGM I Made Andi Arsana mengatakan bahwa DH tercatat sebagai mahasiswa UGM kampus Jakarta.

"Yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari seluruh kegiatan akademik pada semester gasal 2025/2026," ujar Andi dalam keterangannya di Yogyakarta, Rabu (27/8).

Penonaktifan tersebut resmi ditetapkan melalui surat dari Dekan FEB UGM Prof Didi Achjari.

UGM juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Muhammad Ilham Pradipta dan mengecam keras segala bentuk tindak kekerasan.

"Universitas kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta menjunjung asas praduga tak bersalah," tambah Andi.

Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa DH, yang selama ini dikenal sebagai motivator dan pengusaha bimbingan belajar daring, merupakan otak intelektual di balik penculikan dan pembunuhan sang Kepala Cabang.

DH ditangkap bersama dua tersangka lain di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8) malam. Polisi juga menangkap pelaku lain di Jakarta Utara sehari berikutnya sehingga total 15 orang kini telah ditahan dalam kasus ini, termasuk aktor intelektual dan eksekutor.

Kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BRI Cempaka Putih Muhammad Ilham Pradipta mengguncang publik dan dunia pendidikan.

Kasus ini bermula ketika Muhammad Ilham diculik dan kemudian ditemukan tewas secara tragis. Melalui penyelidikan intensif, Polda Metro Jaya mengungkap jaringan yang melibatkan 15 pelaku, termasuk DH sebagai otak intelektual di balik kejahatan tersebut.

DH, yang juga seorang motivator dan pengusaha bimbingan belajar daring, diyakini memerintahkan dan mengatur pelaksanaan penculikan tersebut.

Penangkapan DH di Solo dan tersangka lainnya di Jakarta menandai babak baru dalam proses hukum kasus yang sedang viral di media sosial.

Kejadian ini tidak hanya menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi peringatan keras bagi lembaga pendidikan dan masyarakat luas tentang pentingnya kewaspadaan dan integritas. (antara/jpnn)

×
Berita Terbaru Update