- Pertarungan tinju antara El Rumi dan Jefri Nichol yang digelar pada Sabtu malam lalu berakhir mengejutkan. Baru 38 detik ronde pertama berjalan, wasit memutuskan menghentikan laga dan memberikan kemenangan TKO untuk El Rumi. Keputusan ini sontak menjadi bahan perbincangan di kalangan penonton dan warganet, terutama karena adanya dugaan cedera dislokasi yang dialami Jefri Nichol.
Momen itu terjadi begitu cepat. Setelah bel tanda mulai berbunyi, El Rumi langsung melancarkan serangan bertubi-tubi. Nichol sempat mencoba bertahan, namun terlihat kehilangan koordinasi gerak. Dalam hitungan detik, sekitar 7-8 pukulan dari anak Ahmad Dhani itu mendarat tanpa perlawanan berarti.
Wasit pun tak menunggu lama untuk menghentikan duel demi mencegah risiko yang lebih besar.
Pelatih tinju, Rudy Golden Boy, angkat bicara untuk meluruskan situasi. Melalui unggahan di Instagram, ia mengaku melihat adanya miskomunikasi antara Jefri Nichol dan wasit di tengah laga.
“Saat dislokasi itu terjadi, seharusnya Jefri tetap memberikan sinyal cedera sambil mempertahankan defense. Tapi semalam, dia malah membiarkan El Rumi menyerang sampai 10 pukulan masuk,” ujarnya, dikutip Senin (11/8).
Menurut Rudy, wasit memutuskan menghentikan pertandingan karena melihat Nichol tidak mampu lagi bertahan.
“Kalau dia masih bisa ngeblok atau menghindar sambil minta waktu, mungkin pertandingan dilanjutkan. Tapi kalau bertahan saja sudah tidak bisa, itu bahaya. Wasit berhak menghentikan,” tambahnya.
Rudy juga menilai faktor persiapan menjadi pembeda besar dalam laga ini. El Rumi, katanya, mempersiapkan diri dengan matang dan berlatih di Nelson Anggolan Gym, yang dikenal fokus pada teknik boxing murni.
“Saya lihat El Rumi lebih siap, latihan di sasana yang kental banget nuansa boxing-nya. Itu terlihat dari performa dia di ring,” kata Rudy.
Ia pun menegaskan bahwa keputusan menghentikan laga sepenuhnya berada di tangan wasit dan sanction body, bukan promotor atau pihak event.
“Promotor pasti ingin memberikan tontonan terbaik agar semua puas. Tapi kalau wasit bilang stop, ya harus dihentikan. Itu demi keselamatan petinju,” tutup Rudy Golden Boy.
Meski hasil pertarungan ini sudah diputuskan, kontroversinya masih terus bergema. Banyak penonton yang menilai laga terlalu cepat dihentikan, sementara pihak lain setuju bahwa keselamatan atlet harus menjadi prioritas. Yang jelas, duel singkat 38 detik ini akan menjadi salah satu momen paling diingat dalam arena tinju hiburan tanah air.