- Bagi Gen Z, penyakit serangan jantung terdengar seperti penyakit "orang tua", padahal faktanya penyakit jantung bisa datang kapan saja tanpa pandang usia jika gaya hidup tidak teratur. Begadang, kebanyakan kafein, malas olahraga, hingga stres berlebihan karena pekerjaan bisa diam-diam merusak kesehatan jantung.
Menurut World Health Organization (WHO), penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian nomor satu di dunia, dan tidak heran, jika sekarang banyak anak muda terutama bagi Gen Z yang mulai masuk ke dalam kelompok berisiko terkena serangan jantung.
Namun, kabar baiknya, Gen Z saat ini mulai lebih peduli terhadap kesehatan mereka atau self-care untuk mencegah risiko serangan jantung, dibandingkan generasi sebelumnya.
Pola Makan Bukan Sekadar Template Aesthetic
Media sosial saat ini seperti Instagram dan TikTok banyak sekali influencer yang menyuguhkan konten-konten kecantikan dan kesehatan yang terlihat menarik di kamera. Tapi lebih dari sekadar aesthetic , pola dan pilihan makan yang teratur benar-benar menentukan kesehatan jantung. Mengurangi makanan cepat saji, soda, dan gorengan bisa jadi langkah sederhana untuk melindungi pembuluh darah agar tetap sehat.
Gen Z biasanya suka melakukan hal-hal baru sehingga biasanya mereka mencoba meal prep atau mengonsumsi makanan berbasis tanaman ( plant based ). Selain sehat dan mengandung banyak nutrisi, hal ini juga sesuai dengan kesadaran mereka terhadap isu keberlanjutan.
Olahraga Jadi Bagian dari Gaya Hidup
Generasi sebelumnya mungkin memandang olahraga sebagai kewajiban yang harus dilakukan, tetapi bagi Gen Z pada saat ini, olahraga merupakan gaya hidup yang menjadi identitas. Komunitas lari, kelas yoga, main padel, sampai bertualang menjadi pilihan populer bagi mereka.
Dilansir dari American Heart Association , olahraga selama 150 menit per minggu sudah cukup untuk menjaga jantung tetap sehat. Gen Z bisa memanfaatkan tren seperti fun run , bersepeda, berenang, atau sekadar 10k steps challenge yang viral di TikTok. Dengan demikian, olahraga tidak menjadi membosankan, tapi jadi aktivitas sosial yang bermanfaat dan seru dilakukan.
Kurangi Rokok, Vape dan Alkohol
Meski semakin banyak Gen Z saat ini yang mulai sadar akan bahaya rokok dan alkohol, muncul tren baru yaitu vape yang banyak menganggapnya lebih aman dan tidak berbahaya.
Padahal menurut WHO yang dilansir dari The Guardian , vape tetap mengandung nikotin dan bahan kimia yang merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Efeknya memang tidak selalu langsung terasa, tetapi kerusakan jangka panjang sama seriusnya dengan rokok biasa.
Selain rokok dan vape , mengonsumsi alkohol juga menjadi gaya hidup yang cukup populer di kalangan sebagian Gen Z, terutama di perkotaan. Nongkrong di bar, masuk club hingga mencoba minuman beralkohol kekinian sering kali dianggap bagian dari "social life" zaman sekarang. Padahal risikonya tidak bisa dianggap sepele.
Studi American Heart Association menunjukkan bahwa konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, memicu aritmia, dan dalam jangka panjang memperbesar peluang serangan jantung.
Tidur Berkualitas, Lawan Hustle Culture
Gen Z sering diidentikkan dengan kebiasaan hustle culture atau begadang hingga larut malam melakukan hal-hal yang sebenarnya kurang bermanfaat. Kurang tidur bisa menjadi bumerang bagi kesehatan jantung. Penelitian yang diterbitkan European Heart Journal menunjukkan bahwa tidur kurang dari 6 jam meningkatkan risiko serangan jantung.