-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anggota DPRD Manggarai Timur Tinjau Jembatan Wae Emas yang Ambruk Sejak Tujuh Tahun Lalu

Senin, 08 September 2025 | September 08, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-10T01:45:30Z

Derana NTT - Dua Anggota DPRD Manggarai Timur dari Fraksi PDIP, Paulus Yohanes Yorit Poni dan Gensius Jerabu, meninjau kondisi Jembatan Wae Emas di Golo Wuas, Elar Selatan, Sabtu (6/9).

Jembatan yang berada di perbatasan Golo Wuas dan Golo Nderu, Kecamatan Kota Komba Utara, diketahui telah ambruk sejak tujuh tahun lalu—hanya enam bulan setelah rampung dikerjakan.

Kerusakan jembatan ini menyebabkan akses utama dari Elar Selatan menuju Borong terputus total. Sebagai solusi darurat, warga membangun titian kayu untuk bisa melintasi sungai.

Namun, konstruksi tersebut tidak mampu menahan beban kendaraan besar dan harus diperbaiki hampir setiap tahun.

Dalam kunjungan tersebut, jembatan diketahui baru saja diperbaiki secara swadaya oleh warga, setelah tujuh bulan tidak dapat digunakan.

“Ketika jembatan masih berfungsi, warga Golo Wuas hanya butuh waktu sekitar 2,5 jam untuk sampai ke Borong. Sekarang harus memutar lewat jalur Sipi-Borong dengan waktu tempuh 4 hingga 5 jam,” kata Yorit Poni saat meninjau lokasi.

Ia mendesak Dinas PUPR dan BPBD Manggarai Timur segera mengambil tindakan agar akses masyarakat dapat segera pulih dan aktivitas ekonomi kembali berjalan lancar.

Yorit juga menyoroti minimnya infrastruktur di Kecamatan Elar Selatan yang hingga kini belum memiliki jalan kabupaten yang terhubung langsung ke Borong.

Menurutnya, pembangunan dua jalur penghubung yaitu jalur Wukir–SP Rajong–Wae Lengga dan jalur Simpang Lima–Teno Mese–Benteng Pau–Golo Wuas–Borong, harus menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Pemerataan infrastruktur sangat penting untuk mengurangi ketimpangan antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di daerah-daerah terisolasi seperti Elar Selatan,” tegasnya.***

×
Berita Terbaru Update