-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Fokus Benahi Timnas Indonesia U-23! Gerald Vanenburg Tutup Rapat Kelemahan Korea Selatan dan Makau

Kamis, 04 September 2025 | September 04, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-05T07:55:31Z

— Pelatih Timnas Indonesia U-23 Gerald Vanenburg menegaskan fokus utamanya adalah memperbaiki performa tim, bukan membicarakan kelemahan lawan. Ia menolak mengungkap secara detail kekuatan maupun celah Korea Selatan dan Makau yang akan jadi lawan berikutnya di Kualifikasi AFC U-23 2026.

Vanenburg menilai hal terpenting adalah bagaimana anak asuhnya mampu tampil maksimal di setiap pertandingan. Menurutnya, kemenangan hanya bisa diraih jika Timnas bermain dengan mentalitas pantang menyerah.

“Kalau kita ingin lolos, kita harus mengalahkan mereka dengan cara apapun. Saya hanya akan melihat apa yang bisa dikembangkan dari tim ini,” ujar Vanenburg di Sidoarjo, Rabu (3/9/2025).

Timnas Indonesia U-23 masih menyisakan dua pertandingan penentu di Grup J Kualifikasi AFC U-23 2026. Tim Garuda Muda dijadwalkan menghadapi Makau pada 6 September dan Korea Selatan pada 9 September 2025.

Hasil imbang 0-0 melawan Laos di laga perdana menjadi alarm bagi Vanenburg. Meski mendominasi jalannya pertandingan, Timnas Indonesia U-23 gagal memaksimalkan peluang yang didapat.

Bermain di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Garuda Muda mencatat sederet peluang sejak awal laga. Robi Darwis langsung melepaskan tendangan di menit ke-2, namun masih melebar dari gawang Laos.

Toni Firmansyah dan Rayhan Hannan bergantian mengancam lewat sepakan keras, tetapi belum menemui sasaran. Arkhan Fikri juga sempat mencetak peluang matang, sayangnya kembali dimentahkan lini pertahanan lawan.

Laos merespons dengan pergantian pemain pada menit ke-29. Namun secara keseluruhan, pasukan Ha Hyeok-jun lebih banyak bertahan dan sesekali mencoba serangan balik.

Menjelang akhir babak pertama, Timnas Indonesia U-23 terus menekan lewat Jens Raven dan Kadek Arel Priyatna. Akan tetapi, penyelesaian akhir masih menjadi masalah utama hingga skor tetap 0-0 di jeda turun minum.

Masuk babak kedua, Vanenburg mencoba melakukan rotasi. Ricky Pratama dan Hokky Caraka masuk menggantikan Kakang Rudianto dan Jens Raven untuk menambah daya dobrak.

Pergantian itu membuat serangan Timnas Indonesia U-23 semakin hidup. Hokky Caraka bahkan sempat mendapatkan peluang emas menit ke-72, tapi tendangannya masih bisa ditepis kiper Laos.

Rayhan Hannan juga punya tiga peluang on target sepanjang laga, namun semua berhasil diamankan lawan. Pemain belakang Laos tampil disiplin dengan enam kali melakukan blok penting di kotak penalti.

Vanenburg kembali memasukkan Frengky Missa untuk memberi variasi serangan dari sisi sayap. Namun hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap tanpa gol dan Timnas Indonesia U-23 harus puas berbagi poin.

Sejumlah kartu kuning mewarnai pertandingan ketat tersebut. Laos menerima lima kartu kuning, sementara Timnas Indonesia U-23 bermain cukup bersih tanpa kartu dari wasit.

Dengan hasil itu, Timnas Indonesia U-23 wajib menang di dua laga sisa jika ingin menjaga asa lolos. Makau menjadi lawan berikutnya yang secara di atas kertas lebih mudah dibanding Korea Selatan.

Meski begitu, Vanenburg menegaskan tidak mau meremehkan siapapun. Ia menekankan semua tim punya kekuatan masing-masing yang harus diwaspadai.

Pelatih asal Belanda itu lebih memilih fokus mengevaluasi timnya sendiri. Menurutnya, masalah finishing dan efektivitas serangan harus segera dibenahi sebelum bertemu Makau.

Ia juga mengingatkan pentingnya ketenangan saat memegang bola. Terlalu terburu-buru membuat peluang yang seharusnya berbuah gol sering terbuang percuma.

Korea Selatan sendiri masih jadi lawan terberat di Grup J. Negeri Ginseng memiliki tradisi kuat di level Asia, namun Vanenburg enggan banyak berkomentar soal peta kekuatan mereka.

Bagi Vanenburg, yang terpenting adalah menjaga motivasi dan mental pemain muda Timnas Indonesia U-23. Ia ingin para pemain tidak terbebani dan bisa menikmati setiap pertandingan.

Timnas Indonesia U-23 sendiri diperkuat sejumlah nama yang sudah punya pengalaman di level senior. Rafael Struick, Hokky Caraka, hingga Arkhan Fikri diharapkan bisa jadi pembeda di laga-laga krusial.

Namun performa lini belakang juga tidak kalah penting. Nama-nama seperti Ferarri, Kadek Arel, dan Dony Tri Pamungkas harus tampil disiplin agar tidak kecolongan.

Publik sepak bola Timnas Indonesia U-23 tentu berharap Garuda Muda segera bangkit. Dukungan penuh di Stadion Gelora Delta Sidoarjo akan jadi energi tambahan bagi skuad muda Merah Putih.

Kualifikasi AFC U-23 2026 menjadi jalan penting menuju Piala Asia U-23. Jika mampu menembus putaran final, kesempatan untuk bersaing di level lebih tinggi akan terbuka lebar.

Untuk itu, Vanenburg meminta seluruh pemain tetap fokus. Ia percaya dengan mentalitas juara, Timnas Indonesia U-23 bisa melewati dua laga penentuan dengan hasil positif.

Meski imbang melawan Laos jadi catatan pahit, Gerald Vanenburg optimistis timnya bisa segera bangkit. Dengan pembenahan cepat, Garuda Muda diyakini mampu meraih kemenangan kontra Makau dan Korea Selatan.

×
Berita Terbaru Update