JABEJABE.CO - China resmi mengumumkan keberhasilan uji coba jaringan internet 10G pertama di dunia. Teknologi ini tidak sekadar eksperimen, melainkan sudah diuji langsung di kawasan percontohan dengan hasil kecepatan hampir menyentuh 9,834 Mbps untuk unduh, 1,008 Mbps untuk unggah, dan latensi hanya 3 ms .
Para ahli menyebut capaian ini akan menjadi pilar utama infrastruktur digital generasi berikutnya . Dalam pernyataan resmi, disebutkan bahwa “the 10-gigabit optical network represents the upgrade and evolution direction for the next-generation optical network.”
Bagaimana Teknologi 10G Ini Bekerja?
Jaringan 10G berbasis 50G-PON (Passive Optical Network) . Teknologi ini memungkinkan transmisi data ultra-cepat melalui serat optik dengan stabilitas lebih tinggi dibandingkan jaringan gigabit.
Seorang pakar jaringan di platform sosial profesional menuliskan:
“50G-PON membuka jalan untuk layanan rumah pintar, industri pintar, hingga kota pintar dengan kualitas jaringan setara backbone data center.”
Dengan bandwidth sepuluh kali lebih besar dari gigabit, 10G mampu mendukung aplikasi berat seperti video 8K/16K, cloud gaming tanpa lag, realitas virtual campuran (XR), dan AI generatif real-time .
Mengapa China Menjadi yang Pertama?
Ada dua faktor utama: investasi besar-besaran pada infrastruktur serat optik nasional, dan dorongan strategis untuk menjadi pemimpin global di bidang New Information Infrastructure .
Pejabat terkait menyebut, “pilot projects will be specifically launched at important application venues such as residential communities, factories and industrial parks.” Artinya, uji coba tidak hanya untuk konsumen rumah, tapi juga untuk industri, manufaktur, dan sektor publik.
Apa Dampak Bagi Ekonomi Digital Global?
Jika diadopsi luas, internet 10G dapat menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi digital. Industri game, e-learning, hingga layanan cloud lintas negara akan terdampak langsung.
China menargetkan integrasi 10G dengan smart campus, pabrik otomatis, dan zona industri . Perry Yang, eksekutif senior di sektor teknologi jaringan, menegaskan:
“For campus networks, Wi-Fi 7 has entered the ramp-up phase, and 'fiber-in copper-out' has become the choice of many customers.”
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa 10G bukan hanya soal kecepatan, tapi juga fondasi untuk jaringan Wi-Fi generasi berikutnya.
Bagaimana Prediksi ke Depan?
Konsultan teknologi di forum global menulis:
“Adopsi 10G akan terjadi bertahap. Mulai dari kawasan pilot, lalu ekspansi ke kota besar, dan akhirnya menjadi standar baru sebelum 2030.”
Prediksi lain menyebut bahwa dengan tren ini, dunia akan menyaksikan persaingan ketat antar negara dalam membangun ekosistem Ultra-Broadband Society . Negara yang cepat beradaptasi akan memiliki keunggulan di bidang AI, IoT, hingga metaverse industri.***