-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kasus Bayi Alesha, Direktur RSUDAM Janji Tindak Tegas Oknum Tenaga Medis

Jumat, 12 September 2025 | September 12, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-13T08:45:14Z

LAMPUNG INSIDER – Direktur RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM), dr. Imam Ghozali, Sp.An., KMN., M.Kes., menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya bayi Alesha Erina Putri, putri pasangan Sandi Saputra dan Nida Usofie. Imam menegaskan, peristiwa ini bukanlah hasil kebijakan rumah sakit, melainkan akibat dugaan kelalaian oknum tenaga medis dan praktik ilegal terkait jual beli alat kesehatan.

“Untuk itu, kami menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga. Kami sangat prihatin atas peristiwa ini dan akan menindaklanjuti secara cepat. Jika ada praktik di luar ketentuan resmi, itu murni tindakan oknum, bukan kebijakan RSUDAM,” ujar Imam saat ditemui di kantor rumah sakit, Kamis 21 Agustus 2025.

Imam menekankan bahwa RSUD Abdul Moeloek tidak mentoleransi praktik pungutan liar maupun jual beli alat medis. Ia menegaskan bahwa setiap dugaan oknum yang meminta biaya tambahan untuk pembelian alat medis akan ditindak tegas.

“Kejadian ini membuka fakta bahwa praktik semacam itu memang ada, dan kami tidak akan membiarkannya. Saat ini kasus ini tengah dibahas secara internal oleh rumah sakit,” ungkap Imam.

Lebih lanjut, Imam menjelaskan bahwa saat ini rapat tengah berlangsung di Jakarta oleh Komite Medik, Komite Mutu, dan Wakil Direktur Pelayanan Medik untuk merumuskan rekomendasi langkah-langkah terhadap oknum yang terlibat.

Mengenai kondisi medis bayi Alesha, Imam mengungkapkan bahwa pasien mengalami kelainan bawaan sejak lahir. Bayi ini menderita kelainan kongenital di mana saraf untuk buang air besar tidak berfungsi akibat saraf terputus, disertai kelainan jantung. Meskipun demikian, fokus utama kasus ini tetap pada dugaan permintaan biaya tambahan oleh oknum tenaga medis.

“Masalah utamanya bukan kondisi medis, melainkan oknum yang meminta uang dengan alasan membeli alat. Tindakan semacam ini jelas tidak dibenarkan dan merugikan keluarga pasien,” tegas Imam.

Ia menambahkan bahwa RSUDAM berkomitmen memperketat pengawasan internal untuk memastikan seluruh pelayanan sesuai prosedur. “Siapa pun yang terbukti melakukan praktik di luar ketentuan resmi akan ditindak tegas. Kami ingin memastikan pelayanan di RSUD Abdul Moeloek profesional, transparan, dan tidak membebani pasien dengan biaya tambahan,” ujar Imam.

Direktur RSUDAM juga menegaskan langkah-langkah preventif ke depan, termasuk sosialisasi internal kepada seluruh tenaga medis dan peningkatan pengawasan prosedur penggunaan alat medis. Hal ini untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di RSUD Abdul Moeloek.

Kasus meninggalnya bayi Alesha ini menjadi peringatan bagi seluruh tenaga medis agar menjalankan tugas dengan integritas dan memprioritaskan keselamatan pasien di atas segalanya. RSUDAM berkomitmen menjadikan pelayanan rumah sakit lebih aman, transparan, dan profesional bagi seluruh pasien.***

×
Berita Terbaru Update