Laporan Wartawan , Andika Satria Bharata
, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi menggelar rapat persiapan penilaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) untuk perhitungan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2025, Kamis (21/8/2025).
Rapat berlangsung di Ruang Sekretariat Daerah Kabupaten Sigi, Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sigi, Nuim Hayat.
Turut hadir perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur teknis lainnya.
Sekda Nuim Hayat menegaskan, penilaian IKD merupakan langkah penting dalam mengukur kesiapan daerah menghadapi potensi bencana.
Ia menekankan bahwa IKD bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan kemampuan pemerintah bersama masyarakat dalam membangun ketahanan daerah.
“Melalui persiapan yang matang, kita berharap Kabupaten Sigi dapat menunjukkan progres signifikan dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana. IKD ini adalah gambaran sejauh mana pemerintah dan masyarakat mampu mengurangi risiko bencana,” kata Nuim Hayat.
Dalam rapat itu juga dibahas sejumlah poin penting, mulai dari penguatan koordinasi lintas sektor, penyusunan dokumen pendukung, hingga pemenuhan indikator penilaian.
Aspek yang menjadi perhatian meliputi kelembagaan, perencanaan, pendanaan, partisipasi masyarakat, serta sistem informasi kebencanaan.
Pemerintah Kabupaten Sigi menargetkan seluruh OPD dapat berperan aktif menghadirkan data yang valid dan akurat.
Dengan demikian, hasil maksimal diharapkan dapat diraih pada penilaian IKD dan perhitungan IRBI tahun 2025.
Kabupaten Sigi
Kabupaten Sigi memiliki kerentanan yang tinggi terhadap berbagai jenis bencana alam, termasuk gempa bumi, tsunami, likuifaksi, banjir, dan tanah longsor.
Data dari BNPB menunjukkan bahwa Kabupaten Sigi sering kali masuk dalam daftar daerah dengan risiko bencana yang sangat tinggi.
Hal ini tidak terlepas dari kondisi geografis dan geologisnya yang berada di jalur sesar aktif dan dikelilingi oleh pegunungan.
Pemerintah daerah dan masyarakat di Kabupaten Sigi terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas dalam penanggulangan bencana guna mengurangi tingkat risiko.
Laporan IRBI yang dirilis setiap tahun menjadi acuan penting untuk menentukan prioritas dan strategi dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.(*)