– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini Minggu (19/10/2025) didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan di beberapa titik.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan ringan menjelang sore hingga malam, terutama di wilayah Sleman dan Kota Yogyakarta.
Jika dibandingkan dengan kemarin (18/10/2025), cuaca di DIY hari ini cenderung lebih lembap dan sedikit lebih hangat, dengan peluang hujan yang meluas di beberapa kawasan perkotaan.
Di Kulon Progo, cuaca hari ini diprakirakan berawan, dengan suhu berkisar antara 25 hingga 32 derajat Celcius dan tingkat kelembapan cukup tinggi, yakni 71 hingga 95 persen.
Kondisi ini sedikit lebih hangat dibanding kemarin yang hanya mencapai 31 derajat Celcius.
Wilayah Bantul juga mengalami cuaca berawan, dengan suhu udara sekitar 25 hingga 31 derajat Celcius dan kelembapan mencapai 70 hingga 98 persen.
Suasana terasa sedikit lebih lembap dibanding Sabtu kemarin yang masih di kisaran 61 hingga 98 persen.
Hari ini, langit Gunungkidul tampak cerah, menjadi satu-satunya wilayah DIY yang berpotensi bebas hujan.
Suhu udara berkisar 25 hingga 31 derajat Celcius, dengan kelembapan relatif stabil di angka 67 hingga 95 persen. Cuaca ini mirip dengan kondisi kemarin, meski hari ini sedikit lebih kering.
BMKG memprediksi Sleman berpotensi hujan ringan pada sore hingga malam hari.
Suhu udara antara 25 hingga 32 derajat Celcius dan kelembapan antara 70 hingga 95 persen.
Dibandingkan kemarin, intensitas hujan ringan masih bertahan, hanya saja suhu terasa sedikit lebih tinggi.
Kawasan perkotaan masih diwarnai hujan ringan, dengan suhu 25 hingga 32 derajat Celcius dan kelembapan udara sekitar 68 hingga 96 persen.
Kondisi ini sedikit lebih lembap dibanding kemarin yang cenderung lebih berawan tanpa hujan.
BMKG mencatat, pergerakan awan hujan di wilayah Yogyakarta bagian utara dan barat berpotensi menyebabkan hujan lokal pada sore hingga malam hari.
Kondisi ini merupakan dampak dari peningkatan kelembapan udara di lapisan menengah atmosfer, yang memicu pertumbuhan awan konvektif.
( / Bunga Kartikasari )