-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Debut Apes Diego Mauricio! Main 20 Menit, Gagal Cetak Gol, Persebaya Surabaya Kalah di Kandang

Minggu, 19 Oktober 2025 | Oktober 19, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-26T09:30:47Z

— Laga Persebaya Surabaya versus Persija Jakarta jadi momen berat bagi Diego Mauricio yang menjalani debutnya bersama Green Force. Pemain asal Brasil itu turun di menit ke-70 menggantikan Dime Dimov, namun tak mampu menyelamatkan Green Force dari kekalahan 1-3 atas Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (18/10/2025) malam.

Diego masuk dengan ekspektasi tinggi. Publik Surabaya menaruh harapan besar pada penyerang berusia 34 tahun itu untuk mengangkat performa lini depan Persebaya Surabaya yang belakangan tumpul di era pelatih Eduardo Perez.

Sayangnya, debut sang striker justru berjalan antiklimaks. Bermain sekitar 20 menit, Diego kesulitan menembus rapatnya pertahanan Persija yang dikawal Rizky Ridho dan Jordi Amat.

Eduardo Perez menurunkan Diego untuk memperkuat serangan bersama Mihailo Perovic. Persebaya Surabaya bahkan sempat bermain dengan dua striker murni di sisa laga, berharap bisa mencuri momentum setelah tertinggal dua gol.

Namun petaka datang hanya tiga menit setelah Diego masuk. Wasit menunjuk titik putih usai pelanggaran Catur Pamungkas di kotak penalti yang dieksekusi dengan sempurna oleh Allano de Lima.

Skor pun berubah menjadi 0-3 untuk keunggulan Macan Kemayoran.

Meski begitu, Persebaya Surabaya tak menyerah begitu saja. Upaya keras mereka akhirnya membuahkan hasil lewat sundulan Leo Lelis pada menit ke-77 setelah memanfaatkan sepak pojok Francisco Rivera.

Gol itu membangkitkan semangat Bonek di tribun Gelora Bung Tomo. Namun sisa waktu pertandingan tak cukup bagi Persebaya Surabaya untuk mengejar ketertinggalan.

Diego Mauricio sempat mendapat beberapa sentuhan penting di depan gawang. Tetapi koordinasi dengan lini tengah belum berjalan mulus, membuat peluangnya mudah dipatahkan pemain belakang Persija.

Persebaya Surabaya sebenarnya memulai laga dengan intensitas tinggi. Namun dua gol cepat dari Persija di babak pertama membuat mereka berada di bawah tekanan sejak awal.

Mihailo Perovic sempat membobol gawang Persija di menit ke-46, tapi wasit menganulir karena pelanggaran lebih dulu terjadi. Keputusan itu menurunkan momentum Persebaya Surabaya yang sedang mencoba bangkit.

Persija terus menebar ancaman lewat serangan balik cepat. Rizky Ridho bahkan nyaris menambah keunggulan lewat tembakan keras di menit ke-51 yang masih bisa ditepis Ernando Ari.

Persebaya Surabaya mencoba merespons dengan memasukkan Gali Freitas menggantikan Malik Risaldi. Pergantian ini sempat membuat ritme serangan Green Force lebih hidup, tapi penyelesaian akhir masih jadi persoalan utama.

Gali sempat melepaskan tendangan jarak jauh di menit ke-58 yang mengarah ke gawang, namun kiper Carlos Eduardo tampil gemilang menepis bola.

Di sisi lain, Diego yang baru turun tampak masih mencari ritme permainan bersama rekan barunya.

Sebagai penyerang berpengalaman, Diego datang dengan catatan impresif. Sebelum bergabung ke Persebaya Surabaya pada 22 Agustus 2025, ia telah mencatat 394 penampilan, 112 gol, dan 47 assist di berbagai klub.

Torehan tersebut menjadi bukti ketajaman sang striker yang dikenal memiliki insting gol tinggi.

Dengan tinggi 1,83 meter dan kaki kanan dominan, Diego diharapkan bisa menjadi solusi krisis gol Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026.

Namun adaptasi di laga debut tak selalu berjalan mulus. Kondisi tim yang sedang tidak stabil membuat Diego belum bisa menunjukkan kapasitas terbaiknya di lapangan.

Eduardo Perez menyadari tantangan itu. Pelatih asal Spanyol tersebut berharap Diego bisa segera beradaptasi dengan skema permainan dan karakter sepak bola Indonesia yang lebih cepat serta keras.

Kekalahan dari Persija membuat Persebaya Surabaya tertahan di posisi ketujuh klasemen sementara dengan 10 poin dari sembilan laga. Tekanan pun meningkat bagi tim kebanggaan Bonek Mania itu yang belum konsisten sejak awal musim.

Meski debutnya tak berjalan manis, Diego tetap mendapat dukungan penuh dari suporter. Mereka percaya pengalaman dan naluri golnya akan segera membawa perubahan di lini depan Green Force.

Atmosfer Gelora Bung Tomo malam itu tetap bergema hingga peluit panjang dibunyikan. Sorakan dukungan bercampur kecewa mengiringi langkah para pemain menuju ruang ganti.

Diego menatap rumput hijau GBT sejenak sebelum meninggalkan lapangan. Tatapannya penuh tekad, seolah berjanji pada dirinya sendiri untuk membalas kepercayaan publik Surabaya di laga-laga berikutnya.

Persebaya Surabaya kini harus segera berbenah jelang laga pekan ke-10.

Eduardo Perez diyakini akan memaksimalkan waktu latihan untuk memperkuat koordinasi antar lini sekaligus menyiapkan strategi agar Diego bisa tampil lebih efektif di depan gawang lawan.

Debut apes ini bisa jadi titik balik bagi Diego Mauricio.

Jika mampu menyesuaikan diri dengan cepat, bukan tak mungkin penyerang asal Rio de Janeiro itu akan menjadi tumpuan utama Persebaya Surabaya dalam perburuan posisi papan atas Super League 2025/2026.

×
Berita Terbaru Update