- Cirebon memang kaya akan kuliner. Salah satunya adalah docang selain memiliki cita rasa yang khas, nama Docang sendiri berasal dari kata bodo yang berarti oncom dan kacang yang berarti tauge.
Menurut warga desa jamblang, Sunadi (53), docang terbuat dari bahan-bahan yang cukup sederhana yaitu lontong, parutan kelapa, kucai, toge, daun singkong dan rempah-rempah dengan tambahan kerupuk sebagai pelengkap.
Cita rasa kuah docang yang terbuat dari rempah-rempah dengan taburan tauge yang telah dihancurkan serta parutan kelapa. Membuat rasa kuah docang menjadi gurih manis apalagi jika dimakan dengan kerupuk membuat docang memiliki cita rasa yang khas.
Sebagai makanan tradisional kerupuk yang dijadikan pelengkap untuk makan docang menggunakan kerupuk khusus yang berbeda dengan kerupuk pada umumnya.
"Kerupuk docang itu ketika dimasukan ke dalam kuah itu tidak langsung melempem, masih keras dan terasa udangnya" tuturnya. Minggu, 19 Oktober 2025.
Menurutnya, setiap daerah pasti memiliki keunikan tersendiri terlebih dibidang kuliner dan dipastikan tidak ditemui didaerah lainnya, citarasa yang khas selalu menggoda untuk kembali dan kembali menikmatinya apalagi bersama dengan keluarga tercinta.
Jika kuliner Cirebon lainnya seperti nasi jamblang , empal gentong hingga tahu gejrot sudah pasti tidak asing terdengar karena jenis makanan tersebut juga telah hadir di kota kota lainnya, namun Cirebon punya satu kuliner lezat lain.
Docang namanya memang kurang begitu familiar jika dibanding nasi jamblang atau tahu gejrot bahkan empal gentong tapi soal rasa tidak diragukan lagi dan docang ini adalah makanan berkuah yang kaya serat terdiri dari sayur sayuran seperti daun singkong atau daun papaya
Tauge ,parutan kelapa dan daun bawang kemudian disiram dengan kuah sayur dage serta dikolaborasikan dengan kerupuk khusus lebih mantap lagi jika ditambah cabe akan diperoleh sensasi rasa pedas dengan kandungan yang kaya serat ini docang dapat meningkatkan metabolisme tubuh kita.
Diceritakannya, Sunadi, konon katanya docang telah ada sejak zaman Wali Songo dan makanan yang satu ini sangat digemari para wali. "makanan docang ini mulai dikenal sejak abad ke 15, dalam sejarahnya makanan ini awalnya dibuat sekelompok orang yang tidak menyukai kegiatan dakwah Islam
Yang dilakukan Wali Songo sehingga mereka meracik makanan yang didalamnya mengandung racun, namun saat disantap Wali Songo yang sedang berkumpul di Mesjid Sang Ciptarasa Kasepuhan Cirebon .
Ternyata racun yang dicampurkan ke dalam makanan tersebut tidak bereaksi , tetapi sebaliknya setelah para Wali Song itu justru menyukai makanan tersebut.***