Erling Haaland kembali menunjukkan tajinya di Premier League. Striker asal Norwegia itu mencetak dua gol (brace) saat Manchester City menumbangkan Everton pada laga lanjutan Premier League 2025, Sabtu (18/10).
Penampilan tajam Haaland ini membuat Pep Guardiola kembali tersenyum lega setelah jeda internasional. Dalam delapan laga liga musim ini, Haaland sudah menorehkan 11 gol, termasuk hattrick untuk Timnas Norwegia melawan Israel beberapa hari lalu.
Kini, sang bomber berusia 25 tahun itu terus melaju dalam misinya menjadi pemain tercepat yang mencapai 100 gol di Premier League.
Haaland mencetak gol dengan kepala dan kaki kiri saat City sedikit kesulitan di awal laga, sebelum akhirnya meledak dengan dua gol cepat di sekitar menit ke-60. Namun di balik pujian, Guardiola juga melontarkan pesan tajam untuk pemain depan lainnya.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Guardiola sempat bercanda soal performa sang striker.
"Saya sangat kecewa karena dia tidak mencetak empat atau lima gol," ujarnya sambil tersenyum.
Namun pelatih asal Spanyol itu kemudian berbicara serius.
"Sebagai tim, kami tidak bisa selalu bergantung padanya. Haaland selalu ada untuk kami, tapi pemain lain, para winger dan gelandang serang juga harus mencetak gol jika kami ingin mencapai target besar," tegasnya.
Guardiola menilai beberapa peluang seharusnya bisa dimanfaatkan lebih baik oleh pemain lain.
"Savio, Jeremy, dan Tijjani punya kesempatan bagus, tapi kami harus lebih klinis. Mereka harus menuntut lebih dari diri mereka sendiri. Jika tidak, segalanya akan menjadi lebih sulit," lanjut Guardiola.
Meski memberi peringatan, Pep tetap mengakui bahwa Haaland adalah pusat kekuatan Manchester City.
"Dia hidup untuk itu (mencetak gol). Dia memberi kami banyak hal. Cara kami membangun serangan sekarang jauh lebih baik, umpan-umpan lebih tajam, dan Erling adalah kunci utama kami saat ini," ungkapnya.
Selain Haaland, Guardiola juga menyoroti performa Nico O’Reilly, pemain muda yang tampil impresif.
"Dia masih muda, bermain banyak menit, dan punya fisik luar biasa. Dia tinggi, tapi bisa bergerak di ruang sempit. Gol pertama membuktikannya umpannya sempurna," puji sang pelatih.
Guardiola juga menyoroti bagaimana timnya beradaptasi setelah jeda internasional.
"Setelah jeda, 15–20 menit pertama kami kehilangan ritme, energi, dan bola kedua. Tapi setelah itu kami lebih baik. Kami punya peluang dan para pemain pengganti memberi energi baru. Lebih baik berkembang sambil tetap menang," akunya.
City kini bersiap menghadapi dua laga berat melawan Villarreal di Liga Champions dan Aston Villa di Premier League.
Dengan kemenangan atas Everton, Manchester City terus menjaga posisi mereka di papan atas Premier League.