.CO.ID - JAKARTA . Dampak penerapan tarif anti-dumping atas ekspor udang dari Indonesia ke Amerika Serikat (AS), terasa pada bisnis PT Panca Mitra Multiperdana Tbk ( PMMP ). Imbasnya, PMMP melakukan perampingan jumlah karyawan.
Kondisi semakin buruk ketika, pemerintah AS mengenakan lagi tambahan ratif resiprokal sebesar 19% pada kuartal I-2025. Penerapan tarif berganda ini menekan kapasitas produksi petambak udang Tanah Air.
Sekretaris Perusahaan Panca Mitra Multiperdana Christian Jonathan Sutanto menjelaskan akibat dari penerapan tarif tersebut, penjualan ke AS mengalami penurunan yang signifikan dan berakibat pada menurunnya kapasitas produksi.
“Oleh karena itu kami melakukan efisiensi biaya salah satunya yakni dengan terpaksa melakukan rasionalisasi karyawan atas 58 orang karyawan bulanan dan 74 orang karyawan harian,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (21/10/2025).
Christian bilang, situasi kondisi pasar yang masih rendah, sangat berpengaruh pada cashflow PMMP sehingga mengakibatkan salah satunya pembayaran atas tunggakan gaji dan hak-hak lainnya atas karyawan yang terkena rasionalisasi baru bisa terbayar sebagian.
Dia memastikan sisa tunggakan akan dibayarkan secara bertahap sampai lunas. Untuk menambah pemasukan, manajemen PMMP berencana untuk menyewakan salah satu unit pabrik atau fasilitas produksi di Situbondo.
“Saat ini ada rencana bahwa salah satu unit akan disewakan kepada perusahaan bernama PT Landangan Makmur Situbondo dengan sistem bagi hasil,” jelas Christian.
Industri udang Indonesia mendapatkan pukulan dari isu pencemaran radioaktif. Imbasnya, Food and Drug Administration (FDA) AS mengenakan aturan baru terkait sertifikat bebas radioaktif (Cesium 137) atas ekspor dari Jawa dan Lampung.
“Saat ini, kami sudah siap untuk mengajukan sertifikat bebas Cesium 137, namun teknis pengujiannya masih dalam tahap uji coba dan evaluasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan,” kata Christian.