-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KEK Kendal Jadi Basis Produksi Alat Kesehatan Rumah Sakit, Dorong Potensi Ekspor

Selasa, 28 Oktober 2025 | Oktober 28, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-31T09:40:27Z

JAKARTA, – Kawasan Ekonomi Khusus Kendal (KEK Kendal) di Jawa Tengah resmi menjadi lokasi produksi tempat tidur rumah sakit premium berstandar global, setelah LINET, produsen advanced care beds global, menunjuk DV Medika sebagai mitra produksi strategis di Indonesia.

Fasilitas ini menjadi pabrik LINET pertama di luar Eropa dan membuka peluang ekspor produk alat kesehatan buatan Indonesia ke pasar Asia Tenggara dan global.

Acara peluncuran di KEK Kendal dihadiri Steven Lee, CEO DV Medika; Olivier Declemy, Managing Director LINET Asia; Jonah Wong, Regional Sales Manager LINET Asia; dan Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia, Apt., M.Pharm., MARS, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan.

DV Medika dipilih karena reputasi dan fasilitas manufaktur modern yang memiliki sertifikasi CPAKB, ISO 13485, ISO 14001, dan ISO 9001.

Steven Lee menyebut kerja sama ini sebagai momentum penting bagi industri alat kesehatan nasional.

“Melalui kemitraan dengan LINET, kami membangun ekosistem manufaktur yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus memberdayakan tenaga kerja lokal,” ujar Stevel Lee, melalui keterangannya, dikutip Minggu (26/10/2025).

Dari sisi LINET, Olivier Declemy menilai Indonesia memiliki potensi besar dari segi sumber daya manusia dan dukungan kebijakan pemerintah untuk pertumbuhan industri kesehatan.

“Kolaborasi dengan DV Medika memungkinkan kami menghadirkan solusi perawatan berkualitas tinggi sekaligus mendukung transformasi kesehatan nasional,” kata Olivier.

Produksi lokal ini mendukung transformasi Smart Hospital, dengan tempat tidur yang dirancang meningkatkan keselamatan pasien, mengoptimalkan alur kerja tenaga kesehatan, dan terintegrasi ke sistem informasi rumah sakit.

Dr. L. Rizka Andalucia menekankan bahwa fasilitas ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang percepatan penggunaan produk dalam negeri.

“Upaya ini penting untuk memperkuat kapasitas produksi nasional, alih teknologi, dan pencapaian TKDN,” ujarnya.

Kemitraan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor, memperluas akses alat kesehatan, dan meningkatkan kandungan lokal hingga 60 persen pada 2025–2030.

“Kemandirian industri alat kesehatan adalah fondasi utama menuju ketahanan kesehatan nasional dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global,” pungkas Steven Lee.

×
Berita Terbaru Update