PIKIRAN RAKYAT -
Aliansi Bandung Melawan mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung segera membuka kembali Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo yang ditutup sejak 6 Agustus 2025.
Menuntut pembukaan kembali Bandung Zoo, mereka menggelar aksi massa sekaligus menyampaikan surat tuntutan pada Senin, 13 Oktober 2025. Berkumpul di Bandung Zoo, massa bergerak ke Balai Kota, di depan Museum Kota Bandung, massa meneriakkan tuntutannya.
Peserta aksi dari Penjaga Tanah Bandung Iskandar menuturkan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi Kota Bandung. "Bagaimana kami menjaga suasana Bandung untuk kondusif, tidak bermasalah. Dan, apalagi ini kebun binatang ada sejarah," kata pria berjanggut itu.
Sembari menatap Bandung Zoo, Iskandar mengenang aktivitas edukasi mengenal satwa yang ada di kebun binatang legendaris itu. "Mungkin waktu kita kecil lihat jalan-jalan dengan orangtua kita ke sini, dan sekarang akan diambil seenaknya saja," katanya.
Dia meminta agar Pemkot Bandung mengembalikan fungsi Bandung Zoo sebagai lokasi edukasi.
"Kalau pemerintah sikapnya tidak baik, akan menciptakan situasi tidak kondisif untuk kota Bandung," katanya menegaskan. "Jadi sebetulnya kondusif tidak kondusifnya Kota Bandung tergantung pemerintah menyikapinya."
Ogah Ikut Campur Konflik Internal Bandung Zoo
Sebelumnya Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bandung Agus Slamet Firdaus menegaskan, Pemkot Bandung enggan ikut campur dalam konflik internal Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT).
"Kami hanya menjaga agar aset lahan milik Pemkot Bandung tetap tertib secara administrasi dan hukum,” ujarnya di Balai Kota Bandung belum lama ini.
Dikatakannya, Pemkot Bandung cuma memiliki kewenangan atas lahan yang digunakan, izin konservasi ada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan. Saat ini, tuturnya, Pemkot Bandung sedang menunggu tindak lanjut dari kementerian. Pertemuan terakhir pada 14 Agustus 2025, membahas kejelasan status pengelolaan kebun binatang legendaris itu.
Pemkot Bandung juga dilaporkan sudah bersurat ke Kementerian Kehutanan untuk menanyakan kejelasan izin konservasi serta arah pengelolaan ke depan. Penutupan sementara kebun binatang, kata dia, berdasarkan hasil rapat bersama pada awal Agustus 2025.
“Kami berharap kedua yayasan segera berdamai. Kalau sudah ada kejelasan dan kesepakatan, tentu kebun binatang bisa dibuka kembali," tutur dia. "Pada prinsipnya, kami ingin Bandung Zoo kembali hidup sebagai ruang edukasi dan rekreasi warga."***