-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peringati Pertempuran Lima Hari di Semarang, Gubernur Luthfi Gelorakan Semangat Perjuangan

Rabu, 15 Oktober 2025 | Oktober 15, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-17T00:50:58Z

, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan dalam membangun Indonesia.

Ajakan itu disampaikan saat upacara peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang yang digelar di kawasan Tugu Muda, Selasa (14/10/2025) malam.

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Pertempuran Lima Hari di Semarang merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi simbol keberanian dan pengorbanan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.

“Perjuangan tidak pernah ada kata usai. Hari ini kamimenghadapi berbagai tantangan serta cobaan dalam berbangsa dan bernegara. Semangat pantang menyerah para pahlawan harus kamiteruskan dalam membangun negeri ini,” ujar Gubernur Luthfi .

Hadir dalam upacara tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, jajaran Forkopimda Jawa Tengah dan Kota Semarang, serta para veteran yang turut menjadi saksi sejarah perjuangan rakyat Semarang 79 tahun silam.

Luthfi menyampaikan, para pahlawan seperti dr. Kariadi dan rekan-rekannya telah memberikan teladan tentang pengabdian dan pengorbanan tanpa pamrih.

Sebagai generasi penerus, masyarakat Jawa Tengah diimbau untuk mengadopsi nilai-nilai perjuangan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui kerja keras, inovasi, maupun kebersamaan.

“Provinsi Jawa Tengah memiliki lebih dari 37 juta penduduk, 8.573 desa dan kelurahan, serta 35 kabupaten dan kota. Dengan keragaman dan potensi yang besar itu, semangat gotong royong harus terus dijaga agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” katanya.

Selain itu, Ahmad Luthfi juga mendorong masyarakat untuk terus berkreasi dan berinovasi di berbagai bidang. Ia menekankan pentingnya integritas dan semangat kolaborasi untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Dari Kota Semarang dan Jawa Tengah, kami gelorakan semangat perjuangan dalam rangka membangun Indonesia,” tegasnya.

Upacara peringatan diawali dengan pembacaan nukilan sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang oleh St. Sukirno. Kisah tersebut menggambarkan perjuangan masyarakat Semarang yang menghadapi gangguan tentara Jepang tak lama setelah proklamasi kemerdekaan. Pertempuran hebat pun pecah pada 14–18 Oktober 1945.

Sebagai penutup, panitia menampilkan pertunjukan kolosal dari Teater Pitoelas Universitas 17 Agustus Semarang yang menggambarkan semangat juang warga Semarang dalam mempertahankan kemerdekaan.

Pertunjukan tersebut menjadi puncak rangkaian acara dan disambut meriah oleh para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingat jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan nasionalisme di tengah tantangan zaman yang terus berkembang. ()

×
Berita Terbaru Update