-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Renungan Katolik Senin 13 Oktober 2025,Bercermin pada Ratu dari Selatan dan Orang-orang Niniwe

Selasa, 14 Oktober 2025 | Oktober 14, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-16T12:30:03Z

Oleh: Pastor John Lewar, SVD

, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Senin 13 Oktober 2025.

Tema renungan Katolik bercermin pada ratu dari selatan  dan orang-orang Niniwe.

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Renungan Katolik disiapkan untuk hari Senin Biasa XXVIII, Santo Eduardus, Raja Inggris dan Pengaku Iman, Santa Eustokia OSB, pengaku iman, dengan warna liturgi hijau.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Senin 13 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama : Rm 1:1-7

Dengan perantaraan Kristuslah kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa supaya percaya.

Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.

Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus. Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4

Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.

Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.

Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

Bait Pengantar Injil : Mzm 95:8ab

Hari ini dengarkanlah seuara Tuhan, dan janganlah bertegar hati.

Bacaan Injil : Luk 11:29-32

Angkatan ini tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus.

Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.

Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka.

Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus

Tidak ada salahnya bercermin pada orang lain. Kita belajar dari orang

lain, dengan harapan kita bisa berubah dan bertambah menjadi hidup

lebih baik dan lebih berkenan kepada Allah. Atau dalam bahasa sekarang,

menjadi semakin mengasihi, semakin peduli dan semakin bersaksi. Ketiga

hal ini adalah buah dari pertobatan, pembaruan diri dan termasuk di

dalam-nya hasil dari bercermin pada orang lain yang telah melakukan dan

mengalaminya. Mau belajar dari orang lain adalah salah satu bentuk

kerendahan hati yang sehat.

Hari ini kita bercermin: pertama, pada ratu dari Selatan. Dia, yang juga

disebut ratu dari Syeba ini mencari Raja Salomo untuk mendengarkan

hikmatnya. Setelah berjumpa dengan sang raja di kerajaannya,

dikisahkan demikian, Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat

Salomo dan rumah yang telah didirikannya, makanan di mejanya, cara

duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan

berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa

dipersembahkannya di rumah Tuhan, maka tercenganglah ratu itu.

Dan ia berkata kepada raja, Benar juga kabar yang kudengar di negeriku

tentang engkau dan tentang hikmatmu, tetapi aku tidak percaya

perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan

mataku sendiri; sungguh setengahnya pun belum diberitahukan

kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar

yang kudengar. Berbahagialah para istrimu, berbahagialah para

pegawaimu ini yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu!

Terpujilah Tuhan, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian,

hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena

Tuhan mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah

mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan

kebenaran (1Raj 10:4-9). Ratu ini begitu terbuka hatinya akan hikmat

Salomo; itulah sebabnya dia mau datang menjumpainya dan

mendengarkan langsung hikmatnya. Keterbukaan hati inilah yang perlu

dicontoh.

Kedua, kita bercermin pada orang-orang Niniwe yang berbondong

bondong mendatangi Yunus untuk mendengarkan khotbahnya (Yun 3:1

10 dan Luk 11:30). Mereka ini juga memiliki keterbukaan hati untuk

mendengarkan dan menerima Yunus serta melakukan apa yang

dimintanya, yakni bertobat, berbalik dari perlilaku mereka yang jahat.

Pertobatan itu menyelamatkan.

Masalahnya adalah bahwa orang-orang Yahudi tidak memiliki keterbukaan

hati seperti Ratu dari Selatan dan orang-orang Niniwe. Mereka tidak mau

percaya. Mereka tidak mau membuka hati. Mereka tidak mau membuka

pikiran alias tidak mau mengerti. Bahkan mereka malah menolak Pribadi

Yesus dan karya-Nya yang menyelamatkan. Padahal, yang ada di depan

mereka, yang ada di tengah-tengah mereka lebih hebat dari Salomo, juga

lebih hebat dari Yunus.

Yesus sendiri menegaskan, Pada waktu penghakiman ratu dari Selatan akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari

ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sungguh, yang ada

di sini lebih daripada Salomo! Pada waktu penghakiman orang-orang

Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan

menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka

mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sungguh, yang ada di sini lebih

daripada Yunus! (Luk 11:31-32).

Yesus lebih daripada Raja Salomo dan Yunus. Sebab Yesus sendiri adalah

Sang Hikmat dari Allah dan Dia sendiri adalah Sang Sabda yang telah

menjadi manusia dan tinggal di antara kita (Yoh 1:14), dan karena itu

perkataan-Nya adalah perkataan hidup yang kekal dan Dia adalah Yang

Kudus dari Allah (Yoh 6:68-69). Kasih dan pengorbanan Yesus sungguh

luar biasa. Kehadiran-Nya di atas salib adalah tanda terbesar.

Semoga dengan memandang tanda agung ini, kita semakin mengasihi

Yesus, semakin peduli akan misi-Nya dan semakin bersaksi sebagai

murid-murid-Nya yang bermartabat, yang membuka hati bagi Dia dan

sesama, dengan segala kebutuhannya.

Doa:

Ya Yesus, bantulah aku untuk semakin peka melihat tanda-tanda

kehadiran-Mu dalam hidupku. Amin.

Sahabatku yang terkasih, Selamat hari Senin.  Salam doa dan berkatku

untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan

Putera dan Roh Kudus....Amin.  (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita Lainnya di Google News

×
Berita Terbaru Update