-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Siklon Tropis Fengshen di Laut Filipina Barat Pengaruhi Cuaca dan Gelombang di Indonesia

Senin, 20 Oktober 2025 | Oktober 20, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-28T11:50:47Z

Fenomena Siklon Tropis Fengshen yang terbentuk di Laut Filipina Barat menimbulkan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di beberapa wilayah Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa sistem cuaca ini berpotensi memicu hujan lebat dan gelombang tinggi di wilayah timur dan utara Indonesia selama 24 jam ke depan.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa daerah yang diperkirakan terdampak meliputi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, serta Kepulauan Riau.

“Siklon Tropis Fengshen terbentuk dari bibit siklon 96W dan saat ini berada di Laut Filipina Barat, tepatnya di posisi 16,0° LU dan 118,8° BT atau sekitar 1.420 kilometer di utara Tarakan,” jelasnya di Jakarta, Senin.

Siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot atau sekitar 65 kilometer per jam dengan tekanan udara minimum 1002 hPa.

Meski arah pergerakannya ke barat laut menjauhi wilayah Indonesia, efek atmosfer yang ditimbulkan tetap dapat memengaruhi pola hujan dan pergerakan angin di beberapa daerah.

BMKG memperkirakan dalam 24 jam mendatang, intensitas Siklon Fengshen akan meningkat meskipun masih berada dalam kategori 1.

Sistem cuaca ini turut menyebabkan penguatan kecepatan angin di laut dan potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian utara dan timur.

“Dampak tidak langsung yang paling terlihat adalah peningkatan curah hujan serta potensi gelombang laut sedang dengan ketinggian mencapai 2,5 meter, khususnya di wilayah Samudra Pasifik utara Maluku,” ungkap Andri.

BMKG meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, dan tanah longsor, terutama di daerah dengan curah hujan tinggi.

Pelaku usaha di sektor kelautan juga diminta berhati-hati dalam menjalankan aktivitas di laut karena gelombang tinggi dapat membahayakan keselamatan pelayaran.

Menurut Andri, fenomena Siklon Tropis Fengshen merupakan salah satu contoh bagaimana sistem cuaca di luar wilayah Indonesia dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi atmosfer nasional.

Oleh karena itu, monitoring cuaca yang dilakukan secara real-time sangat penting untuk memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada masyarakat.

BMKG juga mengimbau agar seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat pesisir, rutin memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs web, aplikasi InfoBMKG , dan akun media sosial lembaga tersebut.

Meski Fengshen tengah bergerak menjauhi Indonesia, dampak cuacanya masih dapat dirasakan dalam bentuk hujan lebat dan perubahan arah angin.

Dengan demikian, kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem tetap diperlukan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan nelayan yang beraktivitas di laut.

Dengan pengawasan yang terus dilakukan, BMKG memastikan masyarakat akan mendapatkan informasi terkini mengenai perkembangan Siklon Tropis Fengshen serta potensi dampaknya terhadap wilayah Indonesia.

Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil tindakan preventif dalam menghadapi dinamika cuaca yang semakin kompleks.***

×
Berita Terbaru Update