-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sosok Andra Soni,Gubernur Banten Nonaktifkan Kepsek SMAN 1 Cimarga Buntut Tampar Siswa,IG Diserbu

Rabu, 15 Oktober 2025 | Oktober 15, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-19T03:20:30Z
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Banten nonaktifkan Kepsek SMAN 1 Cimarga
  • Kepsek SMAN1 Cimarga dinonaktifkan buntut tampar siswa
  • Kepsek melakukan kekerasan karena siswa ketahuan merokok

- Mengenal sosok Andra Soni, Gubernur Banten yang menonaktifkan Kepala SMAN 1 Cimarga, Banten dari jabatannya usai kasus penganiayaan.

Seperti diketahui, Dini Fitira, Kepala SMAN 1 Cimarga melakukan kekerasan karena siswa ketahuan merokok di halaman sekolah.

Setelah kejadian tersebut, kini Kepsek dinonaktifkan dari jabatannya oleh Gubernur Banten, Andra Soni.

Lantas siapakah sosok Gubernur Banten ini ?

Dirangkum dari bantenprov.go.id yang dikutip Tribunnews.com , Andra Soni merupakan pria kelahiran Payakumbuh, 12 Agustus 1976.

Ia kini telah berusia 49 tahun.

Meski dilahirkan di Pulau Sumatera, Andra Soni menghabiskan masa kecilnya di Pulau Jawa.

Ia menempuh pendidikan dasarnya di SDN Gandaria Utara 03, Jakarta (lulus 1989).

Andra Soni melanjutkan di SMPN 240 Jakarta, Jakarta Selatan (lulus 1992) dan SMA 10 Nopember 1945, Bandung (lulus 1995).

Dirinya kemudian lanjut ke jenjang Diploma 3 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bhakti Pembangunan, Jakarta (lulus 2001) dan lanjut S1 di STIE Banten (lulus 2021).

Untuk jenjang S2, dirinya tempuh di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Lulus 2023).

Kini masih tercatat sebagai mahasiswa S3 Universitas Padjadjaran.

Andra Soni sendiri memiliki titel akademis Sarjana Manajemen (S.M.) dan Magister Administrasi Publik (M.AP).

Karier

Andra Soni mengawali kariernya sebagai Direktur PT Antaran Sukses di Tangerang, Banten.

Perusahaan tersebut bergerak di bidang pengiriman barang.

Ia menjabat direktur mulai dari 2005 hingga 2014.

Andra Soni kemudian terjun ke dunia politik.

Dirinya menjadi Anggota DPRD Provinsi Banten periode 2014-2019.

Dirinya kemudian kembali dipercaya menjadi wakil rakyat dengan jabatan lebih tinggi, yakni Ketua DPRD Provinsi Banten (2019-2024).

IG Diserbu

Kini akun Instagram Andra Soni sontak heboh diserbut warganet buntut nonaktifkan Kepsek.

Dalam akun Instagram Andra Soni, ribuan warganet terlihat memenuhi kolom komentar.

Warganet mengkritik atas pernyataan Andra Soni akan menonaktifkan sementara Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria.

"Sebagai warga Banten, saya justru ingin menonaktifkan Bapak sendiri sebagai Gubernur, bukan Kepala SMAN 1 Cimarga. Karena yang seharusnya dievaluasi bukan hanya individu, tapi pimpinan yang gagal menjaga arah dan wibawa pendidikan di Banten secara menyeluruh," tulis komentar akun Instagram @de**

"Kasus di SMAN 1 Cimarga itu hanyalah satu dari sekian banyak potret buram dunia pendidikan kita. Kekerasan di sekolah tidak muncul tiba-tiba, itu lahir dari sistem yang abai, pengawasan yang lemah, dan pemimpin yang hanya bergerak kalau sudah viral," lanjutnya.

Sebelumnya , Kepala SMAN 1 Cimarga, Banten Dini Fitria dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Banten, Andra Soni usai melakukan penganiayaan terhadap siswa.

Hal ini diungkap langsung Gubernur Banten, Andra Soni.

"Akan segera dinonaktifkan," kata Andra Soni kepada wartawan di Pendopo Gubernur Banten, Serang, Selasa (14/10/2025), dikutip Kompas.com

Sementara, Sekretaris Daerah Banten, Deden Apriandhi menambahkan, Pemprov Banten telah menonaktifkan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga untuk menjaga kondusivitas di sekolah dan mencegah aksi mogok siswa.

"Sambil melakukan pendalaman, kami menonaktifkan guru yang bersangkutan supaya clear," kata Deden.

Lebih lanjut, Dede mengatakan ketidaknyamanan di kalangan siswa SMAN 1 Cimarga menyebabkan mereka tidak masuk sekolah, sehingga langkah ini diambil untuk menstabilkan kondisi.

"Untuk menstabilkan kondisi sementara kita nonaktifkan," ucap Deden.

Diketahui, Kepsek SMAN 1 Cimarga menganiaya siswa karena ketahuan merokok saat kegiatan Jumat Bersih.

Saat ditegur, siswa tersebut tidak mengakui sedang merokok.

Kendati begitu, merasa kecewa karena di bohongi siswa, Dini melakukan kekerasan.

Dini Fitria Kepsek SMAN 1 Cimarga sebelumnya mengakui menganiaya siswa karena merasa dibohongi.

"Saya kecewa bukan karena dia merokok, tapi karena tidak jujur. Saya spontan menegur dengan keras, bahkan sempat memukul pelan karena menahan emosi. Tapi saya tegaskan, tidak ada pemukulan keras," kata Dini.

Dini mengakui, telah menampar siswanya tersebut, akan tetapi tidak begitu keras.

Tak hanya itu, Kepsek ini juga membantah bahwa dirinya menendang siswanya tersebut.

Menurutnya, ia hanya menepuk bagian punggung siswa.

"Saya tidak menendang. Hanya menepuk bagian punggung, itu pun karena emosi spontan. Tidak ada luka atau bekas apa pun," ucapnya.

Lebih lanjut, Dini mengatakan warung tempat kejadian tersebut diduga kerap menjual rokok kepada siswa.

"Kami sudah pernah mengingatkan pemilik warung, agar tidak menjual rokok. Bahkan kami buat kesepakatan, kalau masih ketahuan, kantinnya akan kami tutup sementara," ujarnya.

Orang Tua Tak Terima Lapor Polisi

Sermentara, melihat anaknya dianiaya kepsek, orang tua korban Tri Indah Alesti tak terima.

Terlebih, dirinya telah membawa kasus itu ke ranah hukum.

"Saya sebagai orang tua jelas sakit hati dan tidak terima anak saya ditempeleng dan ditendang di sekolah,” ujarnya melalui sambungan telepon.

“Kami sekeluarga sudah menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah ini,” sambungnya.

Baca berita lainnya di Google News

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp

×
Berita Terbaru Update