, JAKARTA — Sederet agen pemegang merek (APM) seperti Toyota , Daihatsu hingga Hyundai tengah menyiapkan strateginya masing-masing untuk mengakselerasi penjualan mobil menjelang penutupan tahun 2025.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, sepanjang Januari-Oktober 2025 penjualan mobil wholesales sebanyak 635.844 unit, atau masih turun 10,6% ( year-on-year /yoy) dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebesar 711.064 unit.
Penjualan mobil secara ritel pun ikut merosot 9,6% yoy menjadi 660.659 unit, dibandingkan pada 10 bulan 2024 yang mencatatkan angka 731.113 unit.
Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto mengatakan, sepanjang 2025, penjualan mobil di pasar domestik masih menunjukkan perlambatan, meski pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III/2025 mencapai 5,04% secara tahunan (yoy).
Dia menilai, lemahnya daya beli masyarakat menjadi faktor utama yang menekan kinerja industri otomotif.
“Pertumbuhan ekonomi memang mulai membaik, tetapi daya beli masyarakat masih rendah,” ujar Jongkie kepada Bisnis , dikutip Kamis (13/11/2025).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan konsumsi rumah tangga, yang menjadi indikator daya beli, hanya tumbuh 4,89% yoy pada kuartal III/2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan kuartal II/2025 sebesar 4,96% yoy dan kuartal III/2024 yang mencapai 4,91% yoy.
Dengan kondisi tersebut, Jongkie memperkirakan penjualan mobil masih sulit menembus target nasional tahun ini yang dipatok di kisaran 850.000–900.000 unit.
Alhasil, Gaikindo bertaruh asa pada gelaran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 untuk mendongkrak penjualan mobil hingga akhir tahun. Pameran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21–30 November 2025 di ICE BSD City, Tangerang.
Para APM pun bersiap dengan amunisinya masing-masing pada ajang GJAW 2025, baik dengan peluncuran model terbaru hingga menebar promo penjualan untuk memudahkan konsumen dalam membeli kendaraan.
Toyota Siapkan Mobil Hybrid Baru
PT Toyota Astra Motor (TAM) tengah menyiapkan amunisi berupa model hybrid electric vehicle (HEV) terbarunya untuk memacu penjualan hingga akhir 2025.
Marketing Director Toyota Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily mengatakan bahwa untuk menjaga momentum hingga akhir tahun, Toyota telah berkolaborasi dengan manufaktur, dealer, dan rantai pasok guna memperkuat performa penjualan.
Adapun mobil hibrida terbaru Toyota tersebut digadang-gadang sebagai Veloz Hybrid, yang akan diluncurkan pada pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025.
“Salah satu fokus utama adalah memanfaatkan ajang GJAW 2025 sebagai momen world premiere produk hybrid EV terbaru Toyota yang diharapkan dapat menjadi daya tarik utama bagi pengunjung serta mendongkrak pasar secara keseluruhan,” ujar Ernando kepada Bisnis , Rabu (12/11/2025).
Melalui peluncuran produk baru di ajang GJAW, Toyota berupaya menghadirkan inovasi dan pengalaman baru bagi pasar otomotif nasional, sekaligus menegaskan komitmennya dalam menyediakan solusi mobilitas yang relevan bagi konsumen di Indonesia.
Sebagai informasi, kontributor utama penjualan Toyota masih didominasi produk MPV dan SUV 7-seater rakitan lokal serta city car. Beberapa model tersebut di antaranya yaitu Kijang Innova 49.673 unit, disusul Avanza dan Veloz 45.257 unit.
Daihatsu Tebar Promo Penjualan
Selanjutnya, produsen mobil yang juga dinaungi Grup Astra, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) siap menebar berbagai promo untuk konsumen dalam rangka menggenjot penjualan menjelang akhir tahun 2025.
Marketing & Customer Relations Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono mengatakan, pasar otomotif secara ritel periode Januari-Oktober 2025 mengalami penurunan 10% (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Daihatsu pun menaruh harapan pada pameran otomotif GJAW 2025 untuk menggenjot penjualan mobil hingga akhir tahun.
"Daihatsu akan turut berpartisipasi dalam pameran GJAW 2025. Untuk mendorong penjualan unit, Daihatsu akan memberikan penawaran yang menarik kepada pelanggan seperti paket kredit dan promo trade in," ujar Tri kepada Bisnis .
Lebih lanjut dia mengatakan, jelang tutup tahun 2025, Daihatsu menggelar program promosi bertajuk Daihatsu End Year Festival (DAIFEST) 2025. Melalui ajang ini, produsen mobil asal Jepang tersebut menawarkan berbagai keuntungan pembelian bagi konsumen yang ingin memanfaatkan momentum akhir tahun untuk memiliki kendaraan baru.
Bahkan, perseroan juga sudah menyiapkan hadiah langsung kepada konsumen alias grand prize berupa unit mobil Daihatsu yang terdiri dari Xenia, Rocky, Sigra dan Ayla.
Honda Jaga Loyalitas Konsumen
Produsen mobil asal Jepang, PT Honda Prospect Motor (HPM) juga tak ketinggalan menyiapkan strategi untuk meningkatkan performa penjualan, salah satunya yakni dengan menjaga loyalitas konsumen.
Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan, memasuki kuartal III/2025, pasar sedikit meningkat didorong oleh meningkatnya aktivitas pameran otomotif serta berbagai program penjualan dari masing-masing merek.
Beberapa model yang menjadi tulang punggung penjualan Honda, antara lain Honda Brio, Honda WR-V dan Honda HR-V. Secara persentase, kontribusi Brio terhadap total penjualan Honda sebesar 53%, disusul HR-V sebanyak 20%, dan WR-V 11%.
"Menjelang akhir tahun, kami akan terus berupaya mendorong penjualan melalui berbagai kegiatan seperti pameran otomotif termasuk GJAW 2025, serta program penjualan yang memberikan kemudahan bagi konsumen dalam memiliki mobil Honda," jelasnya kepada Bisnis.
Selain itu, Honda juga terus memperkuat koneksi dengan komunitas dan konsumen melalui kegiatan seperti Honda Culture yang menjadi bagian dari upaya perseroan menjaga loyalitas dan kedekatan dengan pengguna Honda di seluruh Indonesia.
Suzuki Andalkan Fronx & XL7
Berikutnya, Suzuki juga bersiap untuk menggeber kinerja penjualan pada akhir tahun, melalui oleh model andalannya yakni Fronx dan XL7.
Deputy Managing Director of 4W Sales & Marketing PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Dony Saputra mengatakan, penjualan ritel Suzuki pada Oktober tumbuh 8% (month-to-month/MtM) dibandingkan bulan sebelumnya, dengan total nyaris 6.000 unit.
"Dari pertumbuhan tersebut, New XL7 berkontribusi paling besar atau naik 22%. Meski demikian, secara model by model, New Carry tetap memegang dominasi penjualan sebesar 52%, diikuti Fronx 19% dan New XL7 18%," ujar Dony kepada Bisnis.
Perlu diketahui, Suzuki Fronx hingga XL7 Hybrid diproduksi lokal ( completely knocked down /CKD) di Pabrik Suzuki Cikarang, Jawa Barat sehingga diharapkan mendapatkan antusiasme positif dari konsumen di Indonesia.
Model itu pun mendapatkan insentif pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) sebesar 3%. Aturan insentif itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025.
Alhasil, Suzuki akan memanfaatkan momentum pameran GJAW 2025 untuk mendongkrak kinerja penjualan jelang akhir tahun.
"Suzuki akan memanfaatkan eksibisi penutup tahun ini, GJAW 2025 dengan suatu rencana yang menarik bagi calon pembeli mobil baru. Kami menantikan perhatian publik tertuju pada Suzuki di hari pembukaan event tersebut. Tentu akan kami imbangi dengan program-program menguntungkan," pungkasnya.
Hyundai Bersiap Rilis Model Anyar
Terakhir, produsen mobil asal Korea Selatan, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) bakal merilis produk terbarunya di Indonesia pada akhir 2025. Model itu digadang-gadang merupakan Hyundai Ioniq 9.
Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, peluncuran model terbaru itu merupakan upaya Hyundai untuk mendongkrak penjualan di sisa tahun ini. Namun, dia belum membeberkan secara terperinci model apa yang akan dirilis.
“Masih kami pertimbangkan karena kami punya potensi tiga model. Ada combustion [ICE], ada hybrid, dan ada EV juga. Kemungkinan besar yang diluncurkan hanya satu, dan kami lagi menunggu apakah tahun ini atau awal tahun depan,” ujar Frans kepada Bisnis .
Menilik laman resmi Samsat Jakarta, mobil listrik Hyundai Ioniq 9 EV sudah tertera dengan nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) sebesar Rp699 juta. Namun, perlu dicatat bahwa harga itu belum harga on the road (OTR). Artinya, harga tersebut belum termasuk instrumen perpajakan seperti PPN, PKB, PPnBM, dan BBNKB.
“Ioniq 9 itu salah satu potensi yang kami pertimbangkan, dan kami masih terus studi mengenai keinginan dari masyarakat Indonesia. Seperti biasa, pasti ada preferensi-preferensi dari konsumen sehingga kami akan lihat lagi apakah memang akan kami perkenalkan atau tidak,” jelasnya.
Daftar 10 Merek Mobil Terlaris Januari-Oktober 2025:
1. Toyota: 202.376 unit
2. Daihatsu: 107.090 unit
3. Mitsubishi Motors: 56.516 unit
4. Honda: 50.270 unit
5. Suzuki: 49.803 unit
6. BYD: 30.670 unit
7. Mitsubishi Fuso: 20.263 unit
8. Isuzu: 20.112 unit
9. Chery: 16.720 unit
10. Hyundai (HMID): 16.594 unit