-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BNN Gempur Sarang Narkoba di Kampung Bahari, Perang Melawan Narkoba Kian Memanas

Kamis, 06 November 2025 | November 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-07T09:55:44Z

Warta Lombok _Aksi sapu bersih narkoba kembali mengguncang Ibu Kota. Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menggerebek sarang narkoba sadis di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (5 November 2025). Operasi besar-besaran ini menjadi bukti keseriusan BNN dalam menumpas jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya.

Kawasan yang selama ini dikenal sebagai “markas maut” narkoba itu disisir tanpa ampun. Dalam penggerebekan tersebut, sejumlah pemuda yang diduga bagian dari jaringan narkoba mencoba melakukan perlawanan terhadap petugas dengan senjata tajam dan kembang api. Namun, aparat bertindak tegas dan berhasil mengendalikan situasi. Para pelaku diamankan bersama barang bukti narkoba serta berbagai perlengkapan pendukung aktivitas ilegal mereka.

Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto , turun langsung ke lokasi penggerebekan. Ia meninjau barang bukti yang berhasil disita serta memeriksa belasan pelaku yang ditangkap di tempat kejadian.

Sementara itu, Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN RI, Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan , menjelaskan bahwa operasi ini dilakukan atas perintah langsung dari pimpinan. “Ini perintah dari Kepala BNN. Kami bersama Bareskrim Polri bergerak untuk menindak titik-titik rawan narkoba di Jakarta,” tegasnya.

Tim gabungan menyisir dua titik utama yang selama ini dikenal sebagai lokasi transaksi dan pesta narkoba, yaitu Kost berwarna oranye yang diduga menjadi tempat transaksi sekaligus konsumsi narkoba, serta lapak tenda dekat rel kereta api yang dijadikan lokasi jual cepat dan konsumsi dadakan. Dalam operasi ini, 18 orang berhasil diciduk , termasuk satu perempuan. Mereka kini menjalani pemeriksaan intensif untuk memastikan peran masing-masing, apakah sebagai pengedar, kurir, pembeli, atau bandar kecil.

Lebih mengejutkan lagi, petugas menemukan modus sadis yang digunakan jaringan ini. Setiap pembeli dipaksa untuk mencoba barang terlebih dahulu sebelum membeli. “Setiap orang yang datang diajak masuk dan diminta mencoba barang di bong yang sudah disiapkan,” ungkap Brigjen Roy. Modus ini diyakini sengaja dilakukan agar pembeli langsung ketagihan dan terperangkap dalam lingkaran narkoba.

Dari hasil penggerebekan, BNN menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sabu, pil ekstasi, bong atau alat isap, serta berbagai peralatan transaksi narkoba lainnya . Seluruh barang bukti kini diamankan untuk memperkuat proses penyidikan.

Brigjen Roy menegaskan bahwa operasi ini tidak akan berhenti di Kampung Bahari saja. “Kami sedang mengembangkan kasus ini berdasarkan hasil analisis. Bandar besar tidak akan lolos,” ujarnya.

×
Berita Terbaru Update