-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ekstrak Delima Bekerja sebagai Agen Anti inflamasi dan Membantu Pemulihan Setelah Berolahraga

Kamis, 06 November 2025 | November 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-09T10:30:42Z

- Pemulihan yang efektif adalah komponen krusial dari setiap rutinitas kebugaran. Setelah sesi latihan yang intens, otot mengalami kerusakan mikro ( micro-tears ) dan peradangan ( inflammation ) yang menyebabkan nyeri otot tunda ( Delayed Onset Muscle Soreness atau DOMS). Delima ( Punica granatum ), buah yang kaya antioksidan, telah muncul sebagai superfood alami yang mampu mempercepat proses pemulihan ini, berkat senyawa anti-inflamasi dan ergogeniknya yang kuat.

Peradangan adalah respons alami tubuh terhadap kerusakan, tetapi peradangan kronis atau berlebihan setelah latihan dapat memperlambat proses perbaikan dan membuat atlet merasa lelah lebih lama. Ekstrak delima bekerja tepat pada sumber peradangan ini.

Delima kaya akan polifenol , terutama Ellagitannins , yang diubah menjadi Punicalagin oleh tubuh. Senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi yang jauh lebih tinggi daripada banyak buah lainnya.

Menghambat Jalur Inflamasi: Punicalagin telah terbukti dapat menghambat beberapa jalur sinyal pro-inflamasi di tubuh. Dengan menekan respons peradangan, delima dapat mengurangi tingkat kerusakan jaringan yang terjadi setelah latihan.

Latihan intensif meningkatkan produksi radikal bebas. Jika tidak dinetralkan, stres oksidatif ini dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada sel otot dan membran sel. Antioksidan delima bertindak sebagai pelindung, menetralisir radikal bebas, yang secara langsung membantu meminimalkan kerusakan otot pasca-latihan.

Salah satu manfaat paling menarik dari delima bagi atlet adalah kemampuannya untuk mengurangi nyeri otot tunda (DOMS).

Beberapa studi klinis pada atlet telah menunjukkan bahwa konsumsi jus delima atau suplemen ekstraknya dapat secara signifikan mempercepat pemulihan kekuatan otot setelah sesi latihan yang melelahkan. Ini berarti atlet dapat kembali berlatih pada intensitas penuh lebih cepat.

Dengan menekan peradangan di otot yang rusak, delima membantu mengurangi rasa sakit dan kepekaan yang terkait dengan DOMS. Konsumsi delima sebelum atau segera setelah latihan dapat bertindak sebagai perisai pelindung bagi otot Anda.

Delima tidak hanya membantu setelah latihan; ia juga dapat meningkatkan kinerja selama latihan.

Sama seperti efeknya pada jantung, delima dapat meningkatkan produksi dan ketersediaan Nitrat Oksida (NO).

Efek pada Latihan: NO adalah vasodilator , yang berarti ia membantu melebarkan pembuluh darah. Peningkatan aliran darah ke otot selama latihan memastikan suplai oksigen dan nutrisi yang lebih efisien, sekaligus membantu menghilangkan produk sisa metabolisme (seperti asam laktat) lebih cepat.

Peningkatan efisiensi pengiriman oksigen dan nutrisi ini dapat membantu menunda kelelahan otot, memungkinkan atlet untuk mempertahankan intensitas latihan lebih lama.

Untuk memaksimalkan manfaat pemulihan, integrasikan delima pada waktu yang strategis:

Sebelum Latihan: Minum jus delima murni (sekitar 30-60 menit sebelum latihan) untuk meningkatkan kadar Nitrat Oksida dan mempersiapkan otot.

Setelah Latihan: Konsumsi delima atau ekstraknya bersama dengan sumber protein dan karbohidrat (misalnya, biji delima dalam smoothie protein) untuk menggabungkan efek anti-inflamasi dengan kebutuhan perbaikan otot (protein).

Delima menawarkan solusi penyembuhan alami yang didukung oleh ilmu pengetahuan. Melalui kekuatan antioksidan Punicalagin dan efeknya dalam meningkatkan Nitrat Oksida, delima adalah suplemen diet yang ideal untuk atlet dan siapa pun yang menjalani gaya hidup aktif. Ia tidak hanya meredakan nyeri dan mempercepat pemulihan kekuatan otot, tetapi juga membantu tubuh mempertahankan kondisi anti-inflamasi, memungkinkan kinerja yang lebih berkelanjutan dan kesehatan otot yang lebih baik.***

×
Berita Terbaru Update