-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gajah Sebelat di Bengkulu, Koloni Terakhir Berjalan Punah....

Kamis, 06 November 2025 | November 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-07T00:35:14Z

BENGKULU, – Asap sisa pembakaran lahan kebun sawit ilegal masih mengepul di Hutan Produksi Terbatas (HPT) Lebong Kandis, Desa Lubuk Talang, Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, Selasa (4/11/2025).

Kondisi hutan luluh lantak, pohon bergelimpangan, dan jalur gajah rusak parah.

Ratusan pondok perambah terlihat kosong setelah Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, meninjau kawasan tersebut.

Petugas dari BKSDA Bengkulu dan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) memaparkan kondisi hutan dan keberadaan gajah liar.

HPT Lebong Kandis, HP Air Rami, HPT Air Ipuh II, HP Air Teramang, dan HP Air Ipuh I merupakan kantong habitat gajah Sumatera.

Namun, akibat perambahan masif, jalur gajah terputus dan koloni terpisah, mengganggu perkawinan alami.

Tersisa 25 ekor

Saat ini, jumlah gajah di Bentang Sebelat tersisa 25 ekor, termasuk 10 gajah jinak di Taman Wisata Alam Sebelat.

Direktur Lingkar Inisiatif Indonesia, Iswadi, menyebut Bentang Sebelat sebagai koloni terakhir gajah di Bengkulu. Dua kantong habitat sebelumnya telah hilang karena perambahan hutan dan perburuan.

Iswadi menambahkan, gajah membutuhkan lintasan untuk mencari garam dan mineral. Namun banyak gajah mati karena diracun atau tertusuk jebakan paku di lintasan perambah.

Meski demikian, terdapat kabar menggembirakan. Petugas TNKS dan BKSDA menemukan tiga gajah usia anak bersama dua gajah dewasa, menandakan proses perkawinan alami masih berlangsung.

Wamen Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan komitmen pemerintah melindungi hutan dan Gajah Sumatera.

“Koridor Seblat adalah rumah bagi Gajah Sumatera. Negara tidak akan membiarkan kawasan ini dirusak oleh aktivitas ilegal. Ini soal keberlanjutan ekosistem dan masa depan manusia,” ujar Rohmat.

Pemerintah menyiapkan rencana pemulihan ekosistem melalui rehabilitasi lahan terbuka, penertiban akses liar, serta penguatan sistem monitoring satwa kunci.

Upaya pemulihan termasuk penanaman kembali vegetasi alami dan tanaman pakan gajah di koridor, serta penanaman barrier tanaman di batas permukiman masyarakat.

×
Berita Terbaru Update