-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gangguan Pendaftaran Online di RSUD Adjidarmo Sebabkan Pasien Terlantar, Dirut Akui Pelayanan Belum Sempurna

Jumat, 07 November 2025 | November 07, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-10T09:20:40Z

PORTAL LEBAK – Puluhan pasien dan keluarga pasien kecewa terhadap pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Rangkasbitung yang dinilai tidak berjalan maksimal akibat gangguan pada sistem pendaftaran daring website rumah sakit ataupun Mobile JKN. Akibatnya, banyak pasien yang terlantar dan tidak mendapatkan pelayanan sesuai jadwal.

Keluarga pasien dengan inisial Mu mengungkapkan rasa kesalnya terhadap sistem pelayanan yang tidak sinkron dengan jam kerja rumah sakit. “Saya merasa kecewa dengan sistem pelayanan di RS karena tidak sesuai dengan jam pelayanan estimasi. Nyawa manusia seolah tergantung pada sistem yang sering gangguan,” ungkapnya, Kamis (6/11/2025).

Lebih lanjut, keluarga pasien tersebut menuturkan bahwa dirinya sudah berulang kali mencoba melakukan pendaftaran kontrol jalan, namun belum mendapatkan nomor antrean karena sistem selalu menunjukkan keterangan penuh.

“Sudah seminggu saya mencoba mendaftar untuk kontrol jalan, tapi selalu tertulis nomor booking antrian penuh. Ini jelas sangat menyulitkan kami sebagai pasien,” keluhnya.

Kondisi ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat, terutama bagi pasien yang sangat membutuhkan kontrol rutin. Mereka berharap pihak manajemen RSUD Adjidarmo segera melakukan perbaikan dan evaluasi terhadap sistem yang digunakan, agar tidak lagi menghambat pelayanan kesehatan publik.

Sementara, Direktur Utama (Dirut) RSUD Adjidarmo Rangkasbitung  dr. Budi Mulyanto, mengatakan, bahwa pelayanan yang diberikan masih belum sempurna. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya jumlah kunjungan yang dinilai telah melebihi kapasitas normal.

"Saat ini, tercatat sekitar 76 persen masyarakat telah melakukan pendaftaran secara daring untuk berobat, sementara sisanya masih menggunakan cara manual dan tetap dilayani oleh petugas, ditambah pasien melebihi kapasitas"ungkapnya.****

×
Berita Terbaru Update